Dalil Tentang Perintah Ibadah Kurban

6
64648

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, kurban disebut dengan udhiyah. Disebutkan dalam kitab Alfiqhul Islami Wa Adillatuhu bahwa udhiyah atau kurban adalah menyembelih hewan ternak dengan niat mendekatkan diri kepada Allah pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyriq.

Udhiyah disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, bersamaan dengan syariat zakat dan salat Idul Fitri dan Idul Adha. Ulama sepakat bahwa udhiyah adalah ibadah yang disyariatkan berdasarkan Alquran, hadis dan ijma.

Di antara dalil Alquran yang dijadikan dasar pensyariatan kurban oleh para ulama adalah surah Alkautsar ayat 2 berikut;

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).”

Dr. Hisamuddin menyebutkan dalam kitabnya Almufashshal fi Ahkamil Udhiyah, menurut Imam Qatadah, Atha’ dan Ikrimah bahwa yang dimaksud ayat di atas adalah melaksanakan salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban. Dan juga dalam surah Alhajj ayat 36;

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

“Dan telah kami jadikan untuk kalian unta-unta itu sebagian dari syiar Allah.”

Sedangkan di antara hadis yang dijadikan dalil adalah hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, dia berkata;

ضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم بكبشين املحين اقرنين فرايته واضعا قدميه على صفاحها يسمي ويكبر فذبحها بيده

“Nabi Saw. berkurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi Saw. meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut, kemudian Nabi Saw. membaca basmalah, takbir dan menyembelih dengan tangannya sendiri.”

Juga hadis riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda;

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami.”

Baca Juga :  Unduh Gratis Buku Saku Fikih Kurban

Selain kedua hadis di atas, terdapat pula hadis-hadis lain yang menjadi dasar pensyariatan kurban, baik hadis tersebut berupa perkataan Nabi Saw., perbuatan maupun ketetapannya. Oleh karena itu, para ulama sepakat (ijma) tentang pensyariatan kurban. Dalam kitab ‘Aridhatul Ahwazi disebutkan;

وقد اجمع المسلمون على مشروعية الاضحية

“Kaum Muslim telah sepakat tentang pensyariatan kurban.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

6 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum sodaraku , semoga sehat selalu .. Setelah saya amati dalil2 tersebut kok saya pribadi jadi sedikit tanda tanya mengenai penyembelihan hewan dengan maksud untuk berkurban ini sodaraku .. Mohon maaf karena setelah saya amati kok ternyata tidak ada firman dari Allah SWT secara terang2an yang menyeru kepada hambanya untuk menyembelih hewan untuk dengan maksud berkurban seperti firman Allah SWT di atas , ternyata firman Allah SWT adalah menyeru untuk berkurban bukan menyeru menyembelih hewan untuk berkurban , dari sini saya kok merasa ada kejanggalan , kok kesannya dalil yg di ambil tersebut kurang pas atau akurat bahwa menunjukkan kewajiban berkurban dengan cara menyembelih hewan .. Juga tentang Dalil dari firman Allah SWT yang di ambil dari surah Al Hajj ayat :36 yang mengenai unta tersebut kok kesannya berbeda kisah sehingga kok kesannya di paksakan , padahal masih samar2 mengenai perintah yang jelas untuk menyembelih hewan dengan maksud di kurbankan …
    Karena menurut kisahnya Nabi Ibrahim AS sendiri bahwasannya Nabi Ibrahim AS di uji kesetiaannya oleh Allah SWT dengan menyeru untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail AS , sehingga Nabi Ibrahim AS akhirnya melaksanakan perintah dari Allah SWT dengan menyembelih anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail AS , bukannya menyembelih hewan untuk menjalankan perintah dari Allah SWT tetapi menyembelih anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail AS ,.. Walaupun pada akhirnya dengan kuasa Allah SWT nabi Ismail tersebut di gantikan wujudnya menjadi hewan kambing …
    Nah di sinilah yang membuat tanda tanya dan membuat saya pribadi bertanya2 sodaraku .. Karena saya sendiri merasa kasihan dengan hewan yang bernyawa tersebut di sembelih , karena saya merasa hewan juga punya hak untuk hidup ..
    Inilah hal yang membuat saya pribadi bertanya2 sodaraku , mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan dan kekhilafan dari saya sodaraku , dan mohon Pencerahan dari para sodaraku …
    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh ..☺

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here