7 Tingkatan Hadis Shahih

1
1317

BincangSyariah.Com – Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalah Hadis menjelaskan, hadis shahih mempunyai peringkat berdasarkan siapa yang meriwayatkan dan menghukuminya sebagai hadis shahih. Tingkatan hadis Shahih mengerucut menjadi 7 tingkat;

Pertama. Hadis Shahih yang disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.

Kedua. Hadis yang khusus dishahihkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya

Ketiga. Hadis yang khusus dishahihkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya.

Keempat. Hadis yang memenuhi kualifikasi hadis shahih menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kelima. Hadis yang hanya memenuhi kualifikasi hadis shahih menurut Imam Bukhari.

Keenam. Hadis yang hanya memenuhi kualifikasi hadis shahih menurut Imam Muslim.

Ketujuh. Hadis-hadis shahih yang dishahihkan oleh para ahli hadis lainnya selain Imam Bukhari dan Muslim.

Menurut Mahmud Thahan, hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitabnya adalah hadis-hadis yang shahih, tapi tidak semuanya mutawatir di antaranya ada pula yang ahad. Hadis-hadis yang tidak sampai pada tingkatan mutawatir ini jika diriwayatkan oleh kedua Imam tersebut akan menambah kekuatan dan menjadi keistimewaan tersendiri bagi hadis maqbul tersebut.

Dalam kitabnya, pembahasan ini termasuk dalam bab Khabar al-Ahad al-Maqbul al-Muhtaf bil Qaraain yaitu hadis ahad yang maqbul yang memiliki bukti-bukti penguat. Salah satu penguat tersebut adalah jika hadis maqbul itu diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim  atau dinyatakan shahih berdasarkan kualifikasi keduanya.

Alasannya, menurut Mahmud Thahan, para ulama hadis mengakui keagungan dan kemuliaan keduanya dalam bidang hadis. Keduanya merupakan dua orang yang paling mumpuni dan terdepan dalam membedakan hadis shahih dari selainnya. Sebab keduanya, menerapkan syarat-syarat yang cukup ketat untuk menerima sebuah hadis, dari ratusan ribu hadis yang keduanya hafal hanya menyisakan sekitar 4000 hadis yang menurut mereka paling shahih.

Baca Juga :  Meneladani Toleransi Wali Songo

Sehingga para ulama pun juga sepakat menerima kitab kedua sebagai kitab tershahih yang tingkat kehujjahannya berada di bawah Al-Quran. Penerimaan dan pengakuan kedua imam ini terhadap sebuah hadis berimplikasi untuk memberikan bukti kuat pada tingkat keshahihan sebuah hadis.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here