Alissa Wahid: Indonesia di Persimpangan Jalan

0
488

BincangSyariah.Com – Puteri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid menilai saat ini Indonesia berada di persimpangan jalan. Di mana agama dan idelogi berpotensi menjadi alat pemecah persaudaraan bangsa Indonesia.

“Kita perlu melihat kita saat ini, kita yang lalu dan kita kemana arah nanti. Kita berada pada persimpangan, ketika agama dan idelogi (berpotensi) menjadi alat pemecah persaudaraan bangsa Indonesia. Tapi kita masih punya kesempatan untuk memastikan agar perjalanan bangsa ini ke arah yang tepat,” ujarnya dalam Forum Titik Temu yang diselenggarakan di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, kemarin (10/04/19).

Hal tersebut tidak lepas dari situasi kontestasi politik yang semakin sering menggunakan isu-isu persaudaraan dan agama sebagai alat untuk mendapatkan dukungan suara selama pemilu.

Koordinator Jaringan Nasional Gusdurian Indonesia itu melihat hal tersebut berpotensi memecah belah bangsa di tengah menguatnya prasangka buruk, ujaran kebencian, dan intoleransi berbasis agama. Karena itu ia menghimbau agar masyarakat tetap dapat menjaga persatuan, terutama toleransi antaragama.

Namun di tengah semua kegaduhan tersebut, Alissa melihat bahwa warga muslim Indonesia masih mampu mempertahankan eksistensinya sebagai kontributor dan tulang punggung bagi demokrasi Indonesia bahkan dunia.

“Saat ini ketika dunia membicarakan dunia Islam yang damai, Indonesia selalu disebut-sebut bagai warga muslim yang menjadi kontributor dan tulang punggung bagi demokrasi Indonesia bahkan dunia,” ungkapnya.

Menurut Alissa Wahid, sikap tersebut merupakan legasi dari para  founding father Indonesia yang mengajarkan persatuan di tengah berbedaan. Serta warisan integritas dari tokoh Pejuang Kebangsaan; Cak Nur dan Gus Dur, yang sudah meneladankan.

Forum Titik Temu yang bertemakan “Persaudaraan Insani, Hidup Damai, dan Hidup Berdampingan” itu, diselenggarakan oleh Nurcholish Madjid Society, Jaringan Gusdurian, Maarif Institute, dan Wahid Foundation.

Baca Juga :  Prof. Dr. Nabilah Lubis: Perintis Kajian Filologi di IAIN

Acara tersebut dihadiri ratusan peserta dan sejumlah tokoh, seperti; Mahfud MD, Tri Sutrisno, Shinta Nuriyah, HS Dilon, Omi Kommaruddin Hidayat, Yudi Latief, Suharyo, Syafii Maarif dan sejumlah tokoh perwakilan agama di Indonesia.

[Disarikan dari acara Forum Titik Temu yang diselenggarakan di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here