Mengenal Keturunan Nabi Muhammad

3
38825

BincangSyariah.Com – Rasulullah semasa 62 tahun rentang hidupnya memiliki beberapa orang istri. Bahkan istri Rasulullah lebih dari empat. Hal ini tentu hanya berlaku bagi Rasulullah. Dalam hukum Islam ini disebutkan khususiyyah Rasul, yaitu hal-hal yang hanya boleh dilakukan Rasul dan tidak berlaku bagi umatnya. Dari sekian banyak istri, keturunan Nabi Muhammad hanya berasal dari dua orang istri: Sayidah Khadijah dan Sayyidah Mariyah Qibtiyyah.

Dari dua sosok ummahatul mukminin itu, keturunan Nabi Muhammad berjumlah tujuh orang: empat perempuan dan tiga laki-laki. Sejarah singkat ketujuh orang tersebut adalah sebagai berikut:

Keturunan Nabi Muhammad berkelamin laki-laki

Pertama, Qasim, beliau anak dari Siti Khadijah dan wafat dua tahun setelah kelahirannya. Karenanya, Rasulullah sering dijuluki dengan Abu Qasim.

Kedua, Abdullah, beliau juga anak dari Khadijah. Dia wafat dalam usia belia ketika Rasul masih berada di Madinah.

Ketiga, Ibrahim, beliau wafat menjelang akhir hayat Rasulullah. Dia anak satu-satunya dari Mariya Qibtiyyah. Ibrahim wafat kisaran satu setengah tahun setelah kelahirannya.

Ketiga anak laki-laki Rasulullah ini meninggal ketika usia mereka masih kecil. Tentunya, Rasulullah sangat sedih dengan kepergian ketiga putranya ini.

Keturunan Nabi Muhammad berkelamin perempuan

Pertama, Zainab, dia adalah putri Rasulullah yang paling tua. Beliau anak dari Khadijah. Suaminya bernama Abu al-‘Ash bin Rabi’, yang masuk Islam setelah Zainab. Pasangan suami istri ini memiliki putri bernama Umamah. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa cucu Rasulullah dari Zainab ini sering dibawa kakeknya saat shalat.

Kedua, Ruqayyah, beliau anak Rasul yang dinikahkan dengan Sahabat Utsman bin Affan. Mereka menikah di kota Mekah, sebelum kemudian juga ikut hijrah ke Habasyah.

Ketiga, Ummu Kultsum, beliau anak ketiga Rasulullah dari Siti Khadijah. Beliau juga menjadi istri Utsman bin Affan setelah Ruqayyah wafat.

Keempat, Fathimah. Fathimah ini adalah anak Rasul yang paling kecil dari Siti Khadijah. Saat dewasa Fathimah kemudian dinikahkan dengan sahabat Nabi, Ali bin Abu Thalib. Dari perkawinan kedua orang ini, lahirlah Hasan dan Husain.

100%

3 KOMENTAR

  1. APAKAH ADA ISTILAH KETURUNAN AHLUL BAIUT, KETURUNAN NABI ATAU KETURUNAN RASUL?

    Dalam Al Quran yang menyebut kata ‘ahlulbait’, ada 3 (tiga) ayat pada 3 surat pada hakikatnya penyebutan ahlul bait tidak saja ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW saja tapi pada seluruh keluarga para nabi dan rasul Allah.

    1. QS. 11:73: Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlul baitnya bisa mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

    Jika dikaitkan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

    Ahlul Bait para nabi terdiri dari:

    1. Kedua orang tua kandung;
    2. Saudara kandung;
    3. Isteri-isteri dan
    4.Anak-anak kandungnya.

    Uraiannya terhadap keluarga Nabi Muhammad SAW bisa jadi sbb.:

    1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sebagai ‘nabi’ dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

    2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dan Ibu Aminah.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki, sayangnya khusus anak-anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ‘nasab’ atau keturunan-nya, tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa dan berkeluarga, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan ‘pewaris’ keturunannya.

    Jadi dikaitkan dengan rumusan ahlul bait di atas maka keturunan Ali bin Abi Thalib tidak dapat disebut ‘keturunan’ ahlul bait atau keturunan (baca keturunan) Muhammad SAW seperti orang-orang yang ngaku-ngaku dia atau mereka adalah ‘keturunan’ nabi atau ahlul bait atau terlebih lagi mengaku keturunan rasul?

    Istilah keturunan nabi dan keturunan rasul itu tidak dikenal di dalam Al Quran karena kata nabi dan rasul itu nama jabatan sama halnya dengan nama jabatan presiden, raja, sultan. Sebagai contoh, apakah anak-anak Pak Presiden Joko Widodo atau Pak Susilo Bambang Yudhoyono mau disebut KETURUNAN PRESIDEN atau anaknya Pak Anies Baswedan disebut KETURUNAN GUBERNUR??? Begitu juga anak-anak para nabi dan rasul pun tidak mau disebut mereka adalah keturunan nabi atau keturunan rasul.

    Oleh karena itu di dalam Al Quran tidak ada ketiga istilah keturunan itu dan bahkan telah mencontohkan bagaimana penulisannya, simak QS. 19:58 disebut keturunan Adam, keturunan Ibrahim dll. jadi bukan disebut semua keturunan nabi atau keturnan rasul.

    Kalau begitu, apakah ada istilah KETURUNAN MUHAMMAD? Istilah Keturunan Muhammad tidak DIABADIKAN di dalam Al Quran sama halnya tidak adanya istilah KETURUNAN NUH (QS. 19:58), mengapa demikian? Ya memang karena yang berhak ‘bernasab’ yakni ahlul bait, anak kandung lelaki dari kedua nabi tersebut telah diputus oleh Allah SWT. Bedanya?

    Kalau ahlul bait, anak kandung dari Nabi Nuh As diputus hak nasabnya oleh Allah SWT karena durhaka (QS. 11:42-46) maka tidak tersebut atau diabadikan istilah KETURUNAN NUH di dalam QS. 19:58. Sedangkan, terhadap Nabi Muhammad SAW, nasabnya pun diputus oleh Allah SWT karena ahlul bait, anak lelaki beliau diwafatkan Allah SWT ketika mereka masih kecil-kecil.

    Kalau pun Nabi Muhammad SAW berkeinginan mempunyai pewaris keturunannya, maka di dalam Al Quran pun ada contoh nabi yang memohonkan pewarisnya, Nabi Zakaria As (QS. 21:89) lalu dianugerahi anaknya sebagai nabi juga ya Nabi Yahya As.

    Dalam Al Quran soal nasab perempuan hanya dialami oleh Nabi Isa Al Masih sehingga beliau boleh menggunakan istilah IBNU MARYAM (QS. 19:34) sesudah itu tidak ada lagi yang terjadi seperti ini. Karena sesuai dengan QS. 33:4-5 telah diberikan sinyal bahwa nasab itu hanya ada pada pihak lelaki bukan pihak perempuan.

    Dengan demikian, dugaan adanya nasab melalui Bunda Fatimah bin Muhammad karena anak-anak beliau dengan suaminya Ali bin Abi Thalib seperti Hasan dan Husein pun tidaklah bisa beralih nasab sehingga menjadi HASAN IBNU FATIMAH ataupun HUSEIN BIN FATIMAH seperti apa yang dialami oleh Isa ibnu Maryam. Oleh karena itu, baik Hasan maupun Husein tetap menggunakan istilah BIN ALI bin Abi Thalib.

    https://bacadanbagikanilmu.blogspot.com/2016/12/bisakah-membuktikan-seseorang-keturunan.html

  2. DNA DARI KROMOSOM JENIS Y BERHENTI DI DIRI NABI MUHAMMAD SAW DAN TIDAK DITURUNKAN KE ANAK-ANAK PEREMPUANNYA

    Jadi cucu laki-laki Rasulullah, Hasan dan Husein hanya mewarisi Kromosom Y dari bapak alias menantunya Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib.

    Simak kajian di bawah ini, copasan dan editan sederhana dari tukang copas:

    DNA

    Apa itu DNA? DNA merupakan singkatan dari Deoxyribo Nucleic Acid (Asam Deoxyribosa Nukleat) ini merupakan materi genetik yang menyimpan seluruh informasi tentang diri seseorang (termasuk makhluk bersel lainnya, hewan dan tumbuhan) dari ujung kaki hingga ujung rambut, bahkan riwayat penyakit yang pernah diderita orang tua atau keturunan sebelum kita bisa di deteksi melalui DNA ini.

    Atau sederhananya ini merupakan Blue Print/Cetakan biru tentang makhluk bersel yang memuat seluruh informasi diri makhluk tersebut, Jadi ini seperti sebuah chip Alami Super Kecil Ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala yang benar-benar luar biasa karena menyimpan informasi secara lengkap tentang identitas makhluk tersebut.

    Seberapa kecil DNA itu? mari kita bayangkan. DNA letaknya di dalam inti Sel dalam tubuh jadi bagian tubuh yang tidak tidak memiliki inti sel tidak terdapat DNA di dalamnya seperti sel darah merah/eritrosit, ia tidak memiliki inti sel di dalam selnya.

    Dalam setetes darah sebesar jarum pentul ada terdapat sekitar 6 juta sel, dari 6 juta sel kita ambil 1 sel darah putih (karena ia memiliki inti sel), di dalam inti sel ada terdapat 23 pasang kromosom, nah pada setiap kromosom inilah terdapat DNA yang memiliki bentuk spiral, seperti sebuah tangga yang dipelintir, DNA ini tersusun atas senyawa basa dan Gula fosfat.

    Atau sederhananya ini merupakan Blue Print/Cetakan biru tentang makhluk bersel yang memuat seluruh informasi diri makhluk tersebut, Jadi ini seperti sebuah chip Alami Super Kecil Ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala yang benar – benar luar biasa karena menyimpan informasi secara lengkap tentang identitas makhluk tersebut.

    Seberapa kecil DNA itu? mari kita bayangkan. DNA letaknya didalam inti Sel dalam tubuh jadi bagian tubuh yang tidak tidak memiliki inti sel tidak terdapat DNA di dalamnya seperti sel darah merah/eritrosit, ia tidak memiliki inti sel di dalam selnya.

    Dalam setetes darah sebesar jarum pentul ada terdapat sekitar 6 juta sel, dari 6 juta sel kita ambil 1 sel darah putih (karena ia memiliki inti sel), di dalam inti sel ada terdapat 23 pasang kromosom, nah pada setiap kromosom inilah terdapat DNA yang memiliki bentuk spiral, seperti sebuah tangga yang dipelintir, DNA ini tersusun atas senyawa basa dan Gula fosfat.

    Jika DNA diibaratkan sebuah tangga, pegangan pada tangga ini merupakan kumpulan senyawa fosfat (gula pentosa/5 karbon + 1basa Nitrogen) sedangkan pijakan pada tangga ini tersusun oleh 4 Senyawa Basa yaitu Adenin (A), guanine (G), thymine (T), atau cytosine (C), keempat senyawa basa ini saling berikatan sehingga membentuk sebuah pola. Nah dari pola-pola inilah DNA seseorang bisa dijadikan sebagai “alat” untuk mengetahui informasi tentang diri seseorang.

    Mencari tahu seseorang satu garis keturunan atau tidak bisa dilihat dari susunan ke empat senyawa basa itu tadi, bahkan penyakit keturunan bisa di lihat dari susunan DNA ini.

    Mengapa bisa demikian? Mari kita bahas satu persatu, seperti kita tahu DNA terdapat pada kromosom, kromosom manusia terdiri dari 23 pasang(total 46 buah), 22 pasang jenis Autosom dan 1 Pasang jenis Gonosom (penentu jenis kelamin).

    kromosom memiliki bentuk seperti huruf X dan huruf Y dan saling berpasangan, maka dari itu Kromosom disebut juga Kromosom X dan Kromosom Y.

    Gonosom inilah yang membentuk jenis kelamin seseorang. jika kromosom jenis X bertemu denga jenis X menjadi XX maka jenis kelaminnya adalah perempuan, sedangkan kalau X bertemu dengan Y menjadi XY maka jenis kelaminnya adalah Laki-laki. perlu diketahui semua kromosom perempuan dari Gonosom dan Autosom adalah X jadi hanya laki-laki yang memiliki kromosom jenis Y yang terdapat pada Gonosom.

    Kita ingat kembali bahwa DNA terdapat pada kromosom dan kromosom terdapat pada inti sel tubuh, jadi semua anggota tubuh manusia yang memiliki inti sel disitu akan terdapat DNA di dalamnya. jadi dari ujung kuku kaki sampai ujung rambut itu memiliki DNA kecuali sel darah merah. sehingga bisa dijadikan sample. bahkan air liur pun bisa dijadikan sample.

    Jadi untuk mencocokkan DNA Rasulullah dengan keturunannya bisa menggunakan DNA pada bagian tubuh rasulullah yang masih ada hingga sekarang dengan DNA keturunan Rasulullah.

    Lalu adakah bagian/anggota tubuh Nabi Muhammad shalallahu Alaihi Wasalam yang masih ada hingga sekarang?

    jawabannya ADA, ada 4 bagian tubuh Rasulullah yang masih tersimpan rapi di Museum Topkapi di Ibukota Istanbul, Turki yaitu Jenggot Rasulullah yang dikumpulkan tukang cukur, orang-orang pada masa itu karena menganggap bagian dari tubuh rasulullah adalah berkah, masya allah.

    Yang kedua adalah Gigi rasulullah yang lepas ketika perang Uhud teradi, sekaligus menjadi saksi betapa dahsyatnya perang Uhud pada waktu itu.

    Yang ketiga adalah Helai rambut rasulullah yang dikumpulkan oleh para sahabat untuk disimpan pada waktu itu.

    Setelah kita bahas semua, sudah dapatkan sample DNA Rasulullah dan juga DNA keturunan Rasulullah. Jadi tes DNA bisa lakukan bukan? benar sekali tes DNA bisa dilakukan, namun ketika hasilnya keluar kemungkinan besar hasil DNA nya TIDAK COCOK alias TIDAK SAMA. Kenapa demikian??

    Inilah alasannya, Kita sudah bahas soal DNA. Memang benar kromosom jenis Y hanya dimiliki oleh laki-laki, dan kromosom jenis Y ini akan diturunkan ke generasi berikutnya secara turun temurun ASALKAN dari setiap generasi memiliki anak laki-laki sehingga kromosom jenis Y bisa dipertahankan.

    Yang menjadi pertanyaan, Apakah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam memiliki keturunan laki-laki?

    Karena kesemua anak laki-laki Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam telah meninggal dunia sehingga DNA dari Kromosom jenis Y berhenti di Rasulullah, tidak diturunkan ke anak-anak perempuannya. Beliau hanya mewarisi kromosom jenis X kepada putri-putrinya, sedangkan sulit untuk mendeteksi kromosom jenis X yang diturunkan dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam karena sudah bercampur dengan Kromosom milik Istri Rasulullah. Ditambah lagi jika generasi tersebut terpaut cukup jauh.

    Bukannya Rasulullah punya cucu laki-laki? Benar sekali, namun DNA krmomosom Y nya bukan dari Rasulullah melainkan milik menantu Rasulullah, karena Menantu Rasulullah tidak ada hubungan darah maka DNA Kromosom Y nya berbeda dengan Rasulullah. sehingga cucu Laki-laki Rasulullah mewarisi Kromosom Y dari Bapaknya/menantu Rasulullah.

    Namun apakah dari Generasi cucu Rasulullah Hingga generasi yang sekarang mereka selalu memiliki anak laki – laki agar dapat mewarisi kromosom Y tersebut?? Silahkan di telusuri, kemungkinan akan sulit untuk menemukan karena generasinya sudah cukup jauh dan keturunan Rasulullah telah menyebar keseluruh dunia. Walahu A’lam Bishahab.

    http://bacadanbagikanilmu.blogspot.com/2016/12/bisakah-membuktikan-seseorang-keturunan.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here