Abu Thalib al-Makki: Tokoh Sufi Rujukan Imam al-Ghazali

0
40

BincangSyariah.Com – Tokoh sufi yang terkenal dengan nama Abu Thalib al-Makki ini memiliki nama asli Muhammad bin Ali bin ‘Athiyyah al-Haritsi al-Makki. Abu Thalib memang tidak dilahirkan di kota Makkah, akan tetapi karena ia tumbuh dan besar di sana, maka kemudian banyak yang menjulukinya dengan sebutan “Al-Makki”, sebuah penisbatan pada kota Makkah.

Abu Thalib al-Makki lahir di daerah bernama Jabal, sebuah desa yang berada tidak jauh dari pusat kota Baghdad, Irak. Memang tidak ada yang menyebutkan masa kelahiran beliau secara pasti, akan tetapi ahli sejarah menjelaskan bahwa Al-Makki wafat di kota Baghdad, pada masa kekuasaan dinasti Abbasiyyah, tepatnya pada bulan Jumadil Akhir tahun 386 H.

Al-Makki memulai pendidikannya di kota Makkah untuk mendengar dan mencatat riwayat-riwayat hadis Nabi Muhammad Saw. Setelah merasa cukup, beliau berpindah menuju kota Bashrah, yang pada saat itu masih menjadi pusar peradaban dan gudangnya ahli ilmu. Di sanalah beliau mulai mengenal tasawuf. Karena merasa terpanggil untuk mengamalkan dan mengajarkan ilmu yang telah diperoleh selama mengembara, Al-Makki kembali ke daerah asalnya, yakni Baghdad hingga ajal menjemputnya.

Guru dan Murid Abu Thalib al-Makki

Keistimewaan beliau dalam ilmu pengetahuan keislaman tentu tidak terlepas dari asuhan guru-guru beliau yang juga istimewa. Al-Makki memang berguru pada banyak ulama sezamannya, terutama ulama ahli hadis, fikih, tasawuf. Merujuk penuturan Imam adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala’, nama-nama guru beliau yang terkenal ialah, sebagai berikut:

  1. Abdullah bin Jakfar bin Faris al-Ashbihani
  2. Abu Bakr al-Ajurri
  3. Ali bin Ahmad al-Mushaishi al-Mishri (w. 364 H)
  4. Abu Zaid al-Marwazi
  5. Abu Bakr bin Muhammad bin Ahmad al-Mufid (w. 378 H)
  6. Abu Bakr bin Khalad an-Nushaibi
  7. Abu Abdillah Muhammad bin Abil Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim ash-Shaghir (w. 360 H)
  8. Abu Sa’id bin al-A’rabi al-Bashri

Selain memiliki guru-guru yang tersohor, beliau juga menurunkan murid yang tak kalah luar biasa. Di antara tokoh yang tercatat sebagai murid dari beliau ialah:

  1. Abul Qasim bin Sarat
  2. Abdul Aziz al-Azji
  3. Muhammad bin al-Mudzaffar al-Khayyath

Itulah secarik kisah hidup tentang tokoh sufi populer yang pendapatnya banyak dirujuk oleh para tokoh sufi setelahnya maupun para pengamat ilmu tasawuf. Karangan beliau yang banyak dikaji dan paling banyak diperbincangkan ialah kitab Qutul Qulub fi Mu’amalatil Mahbub wa Washfu Thariqil Murid ila Maqamit Tauhid. Bahkan Ihya’ ‘Ulumiddin yang dikarang oleh ulama sekaliber Imam Abu Hamid al-Ghazali pun, dalam hal tasawuf menginduk pada buah pemikiran Abu Thalib al-Makki yang terdokumentasikan dalam Qutul Qulub.

Tak sedikit ulama maupun ahli sejarah yang memberikan komentar istimewa tentang hidup beliau. Misalnya Al-Khatib al-Baghdadi yang mengungkapkan bahwa Abu Thalib al-Makki merupakan seorang ahli ilmu yang senantiasa bersungguh-sungguh dalam ibadah (annahu kana mujtahidan fil ‘ibadah). Bahkan Abul Qasim bin Basyran menyatakan bahwa, Al-Makki sangat menjaga makanannya, beliau bisa merasa cukup hanya dengan memakan rerumputan yang membuat kulitnya tampak kehijau-hijauan.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here