Bahagia dengan Kelahiran Nabi, Abu Lahab Diringankan Siksanya

0
1230

BincangSyariah.Com – Siapa tidak kenal Abu Lahab bin Abdul Muttalib? Dia adalah salah seorang paman Nabi Muhammad saw. yang terkenal dengan kebenciannya terhadap ajaran Islam. Namanya bahkan terpatri dalam Alquran dalam surah Al-Lahab yang merupakan pengutukan atasnya sebagai salah satu musuh Islam.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.” (Q.S. Al-Lahab; 1).

Namun siapa sangka bahwa paman yang terkenal sangat memusuhi Islam itu, ternyata dulu sangat bersuka cita dengan kelahiran Nabi Muhammad. Sebagaimana diceritakan dalam Sirah Nabawiyah bahwa Abu Lahab bahkan sampai memerdekakan budaknya yang bernama Suwaibah sebagai bentuk kegembiraannya dengan kedatangan anak dari saudara kandungnya Abdullah bin Abdul Mutalib itu.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari yang berasal dari Urwah bin Zubair mengatakan

وثُوَيْبَةُ مَوْلَاةٌ لِأَبِي لَهَبٍ ، كَانَ أَبُو لَهَبٍ أَعْتَقَهَا فَأَرْضَعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، َلَمَّا مَاتَ أَبُو لَهَبٍ أُرِيَهُ بَعْضُ أَهْلِهِ بِشَرِّ حِيبَةٍ – أي بسوء حال -، قَالَ لَهُ : مَاذَا لَقِيتَ ؟ قَالَ أَبُو لَهَبٍ : لَمْ أَلْقَ بَعْدَكُمْ غَيْرَ أَنِّي سُقِيتُ فِي هَذِهِ بِعَتَاقَتِي ثُوَيْبَةَ “

Dan Tsuaibah adalah hamba sahaya milik Abu Lahab yang dia merdekakan kemudian menyusui Nabi Muhammad saw. tatkala Abu Lahab telah meninggal sebagian keluarganya melihat dalam mimpi tentang buruknya keadaan dia. Lalu dia berkata, “Apa yang terjadi?” Abu Lahab berkata, “Aku tidak mendapatkan apapun sepeninggal kalian kecuali aku diberi minum karena memerdekakan Tsuaibah.”

Karena hal tersebut Abu Lahab mendapatkan keringanan siksaan di akhirat setiap malam Senin. Dalam kitab al-Mawahib al-Laduniyah bi al-Manhi al-Muhammadiyah, Imam al-Zarqani menuliskan,

وَقَدْ رُوِيَ أَنَّ أَبَا لَهَبٍ رُؤِيَ بَعْدَ مَوْتِهِ فِي النَّوْمِ ، فَقِيْلَ لَهُ : مَا حَالُكَ ، فَقَالَ فِي النَّارِ ، إِلَّا أَنَّهُ يُخَفَّفُ عَنِّيْ كُلَّ لَيْلَةِ اثْنَيْنِ وَأَمُصُّ مِنْ بَيْنَ أَصْبُعِيْ مَاءً بِقَدْرِ هَذَا – وَأَشَارَ إِلَى نُقْرَةِ إِبْهَامِهِ – وَأَنَّ ذَلِكَ بِإِعْتَاقِيْ لِثُوَيْبَةَ عِنْدَمَا بَشَّرَتْنِيْ بِوِلَادَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِإِرْضَاعِهَا لَهُ

Baca Juga :  Tradisi Maulid di Nusantara: Dialektika Agama dan Budaya Lokal

“Abu Lahab diperlihatkan di dalam mimpi setelah ia mati, ditanyakan kepadanya, “Bagaimana keadaanmu?” Ia menjawab, “Di dalam neraka, hanya saja azabku diringankan setiap malam Senin. Aku menghisap air di antara jari jemariku sekadar ini – ia menunjuk ujung ibu jarinya-. Itu aku dapatkan karena aku memerdekakan Tsuwaibah ketika ia memberikan kabar gembira kepadaku tentang kelahiran Muhammad dan ia menyusukan Muhammad”.

Abnu Bathal menggambarkan bahwa banyaknya air minum yang didapatkan  Abu Lahab ibarat seorang anak yang menyedot ibu jarinya. Keringanan itu dia dapatkan karena telah memerdekakan Tsuwaibah yang kemudian menjadi ibu susuan Nabi saw. Ada pula yang berpendapat keringanan siksa tersebut sebab dia bahagia menyambut kelahiran keponakannya, Nabi Muhammad saw.

Akan tetapi para ulama sepakat bahwasanya orang-orang yang tidak beriman kepada Allah tidak terbebas dari neraka dan tidak pula masuk surga, sebagaimana telah ditetapkan dalam Alquran. Namun, boleh saja mereka diringankan dari siksa yang mereka dapati atas dosa-dosa yang mereka lakukan selain kekufuran, dengan kebaikan-kebaikan yang mereka lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here