Empat Adab Anak kepada Orang Lebih Tua

5
17388

BincangSyariah.COm – Termasuk tugas orang tua adalah mengajarkan anak-anaknya bagaimana adab sopan santun kepada orang-orang dewasa, baik kepada saudaranya yang lebih tua atau orang asing yang lebih dewasa. Sebab, jelas Musthafa Ibn al-Adawy dalam kitabnya Fiqh Tarbiyat al-Abna, Islam mengajarkan sebagaimana anak-anak harus disayangi begitu juga orang dewasa harus dihormati.

Berikut ini adalah adab bersopan santun yang harus lakukan seorang anak kepada orang dewasa seperti yang diajarkan Rasulullah;

Pertama, Menghormati orang yang lebih dewasa

Tak hanya sebagai pemimpin yang tegas , Nabi Muhammad sebagai suri tauladan bagi seluruh umat muslim juga merupakan pribadi yang hangat dan sangat menyayangi anak-anak. Sebagaimana banyak riwayat yang menceritakan kedekatan beliau dengan cucu-cucunya Hasan dan Husen. Namun walaupun demikian, Rasul tetap menyuruh agar anak-anak tetap harus menghormati orang-orang yang lebih dewasa daripada mereka.

Karena itulah dalam sebuah hadis mengatakan,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ليس منّا من لم يعرف حق كبيرنا ويرحم صغيرنا

Rasulullah saw. bersabda, “Bukanlah termasuk golongan dari kami, orang yang tidak mengerti hak-hak orang dewasa dan menyayangi anak-anak kecil.” (HR. Muslim)

Kedua, Mempersilakan Orang Dewasa Terlebih Dahulu

Islam sangat menganjurkan agar menghormati orang yang lebih dewasa. Karenanya kita dianjurkan untuk mempersilakan orang yang lebih tua dan lebih dewasa dari kita dalam hal apapun. Dalam sebuah riwayat dikatakan

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أراني أتسوك بسواك فجاءني رجلان أحدهما أكبر من الآخر فناولت السواك الأصغر منهما فقيل لي كبر فدفعته إلى الأكبر منهما.

“Saya melihat diriku sedang sikat gigi dengan siwak. Lalu dua pria mendatangi saya, yang satu lebih besar dari yang lain saya memberikan siwak kepada anak yang lebih kecil dari mereka, lalu ada yang bilang, ‘-kepada- yang besar’ maka aku mendorong siwak itu ke yang lebih besar/dewasa dari mereka.” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari mengatakan bahwa hadis ini juga disampaikan oleh yatkan oleh Imam Ahmad, al-Isma’ili dan Baihaqi dari Ibnu al-Mubarak dengan kalimat ra’aiturrasul yastannau aku melihat rasul bersiwak, ini menunjukkan waktu terjaga bukan dalam mimpi, sedang dalam riwayat lain dikatakan memang saat menyampaikan hadis ini Rasul saat terjaga namun beliau bercerita tentang apa yang dilihat saat tidur. Riwayat Ahmad dari Ibnu Mubarak di atas dikuatkan dengan riwayat lain dengan sanad Hasan,

عن عائشة قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يستن وعنده رجلان، فأوحي إليه أن أعط السواك الأكبر.

Dari Aisyah r.a. berkata, ketika Nabi bersiwak dan ada dua laki-laki di dekatnya. Lalu diwahyukan kepada Nabi agar memberikan siwak kepada yang lebih tua. (HR. Abu Daud)

Ibnu Baththal menjelaskan dalam Syarah Shahih Bukhari bahwa meski terdapat perbedaan pendapat apakah kejadian itu terjadi dalam mimpi atau saat Rasul terjaga, namun pada intinya hadis tersebut menunjukkan anjuran untuk mendahulukan orang yang lebih dewasa atau berumur untuk melakukan siwak terlebih dahulu, dan itu berlaku juga dalam hal mempersilakan makan, minum, berjalan dan berbicara.

Ketiga, Tidak Berbicara Mendahului Orang Dewasa

Sering kita lihat seorang anak yang berbicara mendahului orang dewasa. Dalam budaya orang-orang timur, termasuk di Indonesia, menyerobot pembicaran orang dewasa adalah hal yang tidak pantas dilakukan. Bahkan dalam Islam juga melarang hal tersebut.

Dalam sebuah Hadis dikatakan

لما جاء حويصة ومحيوصة غلى رسول الله صلى الله عليه وسلم، وذهت محويصة يتلكم فال له النبي، “كبر،كبر” يريد السن، فيتكلم حويصة ثم بكلم محوصة.

“Ketika itu datang Huwaishah dan Muhawaishah kepada Rasulullah Saw, kemudian Muhawaishah muai berbicara. Nabi saw berkata, “yang besar, yang besar.” Maksudnya umur, maka berbicaralah Huwaishah kemudian setelah itu Muhawashah berbicara” (H.R. Bukhari)

Dalam riwayat lain diceritakan

سمرة بن جندب رصي اللله عنه قال: لقد كنت على عهد رسول الله سلى الله عليه وسلم غلاما فكنت أحفظ فما يمنعني من القول إلا أن ههنا رجالا هم أسن مني.

Samrah bin Jandab bekata, “Aku dulu pada masa Rasul saw. adalah seorang anak kecil, aku ingat tidak ada yang mencegahku untuk berbicara terlebih dahulu kecuali di sana ada laki-laki yang lebihi berumur dariku.” (HR. Muslim)

Keempat, Memberikan Salam Terlebih Dahulu kepada Orang Dewasa

Memberikan salam merupakan yang yang sunah dilakukan seorang muslim jika bertemu muslim lainnya. Termasuk adab memberikan salam adalah agar anak yang lebih muda memulai salam terlebih dahulu kepada orang yang lebih tua. Dalam sebuah riwayat dikatakan

وقال رسول الله صلى عليه وسلم: يُسلم الصغير على الكبير.

Rasullah Saw. bersabda, “Anak kecil harus memberikan salam kepada orang dewasa.” (HR. Bukhari)

Hadis di atas termasuk contoh bagaimana Rasul menganjurkan anak yang lebih muda untuk menghormati orang yang lebih berumur darinya. Semakin terpaut jauh umur seorang anak dengan orang dewasa tersebut semakin seorang anak harus memperhatikan adab kesopanannya. Wallahu’alam.

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here