Amalan-amalan untuk Merayakan Maulid Nabi

1
1629

BincangSyariah.Com – Bulan Rabiul Awwal adalah salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Hal ini disebabkan karena bulan ini merupakan bulan dilahirkannya Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, bulan ini disebut juga dengan bulan maulud atau maulid (kelahiran).

Dalam rangka menyambut bulan maulid Nabi saw., sebagian besar umat muslim khususnya di Indonesia akan mengadakan perayaan dengan mengadakan pengajian atau cukup dengan pembacaan dibaan, berzanji dan shalawat kepada Nabi saw. Lalu apa saja amalan lain yang dianjurkan dilakukan di bulan maulid?

Imam Suyuthi di dalam kitabnya Husnul Muqshid Fi Amalil Maulid mengutip pendapat imam Ibnu Hajar terkait hal ini.

واما ما يعمل فيه فينبغي أن يقتصر فيه على ما يفهم الشكر لله تعالى من نحو ما تقدم ذكره من التلاوة والاطعام والصدقة وانشاد شيئ من المدائح النبوية والزهدية المحركة للقلوب الى فعل الخير والعمل للاخرة.

Adapun amalan yang dapat dilakukan di dalam maulid Nabi saw. maka disunnahkan melakukan sebatas amalan yang dapat dipahami sebagai rasa syukur kepada Allah swt. seperti contohnya sebagaimana telah disebutkan yakni membaca Al-Qur’an, memberikan makanan, shadaqah, dan menyanyikan pujian-pujian tentang kenabian dan kezuhudan yang dapat menggerakkan hati untuk melakukan kebaikan dan amalan untuk akhirat.

Dengan demikian, perayaan maulid yang notebenenya adalah ekspresi rasa syukur kita atas lahirnya Nabi Muhammad saw. dapat dirayakan dengan amalan kebaikan apapun. Bisa dengan khataman Al-Qur’an bersama-sama, mengadakan santunan anak yatim piatu dan dhuafa’, atau memberikan makanan untuk orang-orang, dan membaca syiiran shalawatan bersama-sama.

Imam Ibnu Hajar memberikan keterangan lanjutan bahwa mengekspresikan kegembiraan dalam merayakan maulid Nabi saw. itu boleh dan bisa dilakukan dengan hal-hal yang mubah dalam bentuk apapun. Namun jika ada hal yang diharamkan atau dimakruhkan, maka dilarang/tidak boleh.

Baca Juga :  Nabi Muhammad, Sang Pembela Kaum Lemah

Lebih lanjut, imam Suyuthi juga memberikan keterangannya bahwa imam Al-Baihaqi meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik. Yakni Nabi saw. mengakikahi dirinya sendiri setelah masa kenabian, padahal beliau telah diakikahi oleh kakeknya di hari ketujuh setelah kelahirannya.

Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh Nabi saw. tersebut sebagai wujud ekspresi syukur beliau kepada Allah yang telah menjadikannya sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Oleh karena itu, menurut imam Suyuthi disunnahkan juga bagi umat Islam untuk menampakkan rasa syukur atas kelahiran Nabi saw. dengan berkumpul bersama, memberikan makanan serta aktifitas-aktifitas yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan menampakkan keceriaan/kegembiraan atas kelahiran nabi saw. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here