BincangSyariah.Com – Salah satu rukun iman yang wajib kita imani dan yakini adalah beriman kepada takdir Allah, baik takdir baik maupun takdir buruk. Kita wajib percaya dan iman bahwa semua takdir baik dan buruk berasal dari Allah, dan kita harus lapang hati dan ridha menerima semua takdir-Nya.
Namun terkadang kita tidak bisa menerima takdir Allah dengan hati yang ridha dan lapang. Kita sering mengeluh terhadap takdir Allah, bahkan terkadang terhadap takdir baik-Nya. Karena itu, agar hati selalu ridha menerima takdir Allah, maka hendaknya kita memperbanyak membaca doa berikut;
اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ وَصَبِّرْنِيْ عَلَى بَلاَئِكَ وَاَوْزِعْنِيْ شُكْرَ نِعَمَائِكَ
Allohumma rodhdhinii bi qodhoo-ika wa shobbirnii ‘alaa balaa-ika wa awzi’nii syukro ni’amaa-ika.
Ya Allah, jadikan aku ridha dalam menerima qadha (ketentuan)-Mu, dan jadikan aku sabar dalam menerima bala dari-Mu, dan tunjukilah aku untuk mensyukuri semua nikmat-nikmat-Mu.
Doa ini disebutkan dalam kitab Syarh Al-Hikam oleh Ibnu Ibad Al-Nafazi, bahwa suatu ketika Ibrahim bin Adham berdoa kepada Allah agar diberi ketenangan hati di dunia sebelum bertemu dengan Allah. Kemudian dia bermimpi bertemu Allah, dan Allah menegurnya. Lalu Ibrahim bin Adham merasa bersalah dan memohon ampun kepada Allah, dan dia juga minta doa kepada Allah agar bisa tenang menerima semua ketentuan-Nya. Maka Allah kemudian berkata;
قل: اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ وَصَبِّرْنِيْ عَلَى بَلاَئِكَ وَاَوْزِعْنِيْ شُكْرَ نِعَمَائِكَ
Katakanlah (Wahai Ibrahim bin Adham); Allohumma rodhdhinii bi qodhoo-ika wa shobbirnii ‘alaa balaa-ika wa awzi’nii syukro ni’amaa-ika (Ya Allah, jadikan aku ridha dalam menerima qadha (ketentuan)-Mu, dan jadikan aku sabar dalam menerima bala dari-Mu, dan tunjukilah aku untuk mensyukuri semua nikmat-nikmat-Mu).









Mimpi bertemu Allah adakah benar??
Sangat sulit di mengerti dan dijelas pertanyaan ini.
Assalam mualaikum. Afean adham disini maksudnya nabi adam atau bagaimana? Ini rowayat hadits atau gimana? Dalilnya hrs jelas