Doa Setelah Mengafani Jenazah

0
20948
Doa Setelah Mengafani Jenazah
Doa Setelah Mengafani Jenazah

BincangSyariah.Com – Sebelum jenazah dishalati, ia wajib dimandikan dan dikafani terlebih dahulu. Ketika kita sudah selesai mengafani jenazah, dan semuanya sudah terlihat rapi, maka kita dianjurkan memanjatkan doa mengkafani jenazah sebagai berikut;

اللَّهُمَّ طَهِّرْهُ كَمَا طَهَرَ هَذَا الدُفْنُ وَ أَلْبِسْهُ بِلِبَاسِ التَقَوى, وَجَمِّلْهُ بِدُفَانٍ مَا دَفَنْتُ إِلَيْهِ

Allohumma thohhirhu kama thoharo  hazad dufnu wa albishu bi libasit taqwa wa jammilhu bi dufanin ma dafantu ilaihi.

Artinya; “Ya Allah, sucikanlah jenazah ini dari dosa sebagaimana sucinya kain kafan ini, dan berilah ia pakaian dengan pakaian taqwa, dan indahkan dia dengan pakaian yang aku pakaikan kepadanya.”

Doa mengkafani jenazah ini memiliki makna yang indah. Kata “sucikanlah jenazah ini dari dosa” merupakan permohonan untuk pengampunan, agar segala dosa yang pernah dilakukan oleh almarhum selama hidupnya dihapuskan oleh Allah, sehingga ia beristirahat dalam keadaan bersih. Pakaian takwa yang diminta dalam doa ini bukanlah pakaian fisik, tetapi merupakan simbol keteguhan iman dan ketundukan kepada Allah.

Selain itu, frasa “indahkan dia dengan pakaian yang aku pakaikan kepadanya” menandakan harapan agar jenazah dihormati dan diperindah di sisi Allah sebagaimana kita merawat tubuhnya dengan baik di dunia ini. Pakaian kafan yang sederhana namun bersih ini dianggap sebagai perwakilan rasa cinta, penghormatan, dan doa dari keluarga serta umat Islam yang mengantarkannya ke peristirahatan terakhir.

Setiap langkah yang dilakukan, mulai dari memandikan, mengafani, hingga memanjatkan doa, adalah bagian dari ibadah dan penghormatan kepada almarhum yang sudah meninggalkan dunia fana. Dalam Islam, merawat jenazah dengan baik dan memanjatkan doa menjadi wujud nyata dari pengabdian umat kepada Allah dan sebagai bekal doa untuk almarhum menuju alam akhirat.

Dengan memanjatkan doa saat mengafani jenazah, kita mengingatkan diri sendiri akan kehidupan yang sementara ini dan mengokohkan keimanan kita. Proses ini mengajarkan kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan berupaya agar ketika tiba waktunya, kita juga dapat kembali dalam keadaan suci dan berbekal ketaqwaan.

Artikel SebelumnyaMeneladani Gus Dur; Santri, Politikus, dan Guru Bangsa
Artikel SelanjutnyaDoa Pergi ke Masjid
Moh Juriyanto
Peneliti el-Bukhari Institute

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini