Hukum Puasa Qadha’ di Hari-hari Tasyriq

0
152

BincangSyariah.Com – Umat muslim yang memiliki hutang puasa Ramadhan wajib mengqadha’nya di hari lainnya. Lalu, bagaimana hukum mengqadha’ puasa Ramadhan di hari tasyriq?

Hari-hari tasyriq merupakan tiga hari setelah hari raya Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzul Hijjah. Pada hari-hari tasyriq tersebut, umat Islam diharamkan berpuasa. Hal ini berdasarkan pada hadis berikut.

عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Dari Nubaisyah Al-Hudzali, Rasulullah saw. bersabda, “Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum.” (H.R. Muslim)

عَنْ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ ” رواه النسائي والترمذي وأبو داود.

Dari Uqbah bin ‘Amir, ia berkata, ‘Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Hari Arafah, hari nahr (Idul Adha), dan hari-hari tasyriq adalah hari raya kita; umat Islam. Hari-hari itu adalah hari-hari makan dan minum.” (H.R. An-Nasa’i, At-Tirmidzi, dan Abu Daud)

Tidak ada dispensasi/rukhsah untuk berpuasa di hari-hari tasyriq kecuali untuk bagi orang yang sedang melaksanakan haji tamattu’ atau haji qiran yang tidak menemukan hadyu. Hal ini berdasarkan hadis riwayat imam Al-Bukhari sebagai berikut.

عن عائشة وعن ابن عمر رضي الله عنهم قالا: لم يُرخص في أيام التشريق أن يُصمن إلا لمن لم يجد الهدي.

Dari sayyidah Aisyah dan sahabat Ibnu Umar r.a., mereka berakata, “Tidak ada dispensasi pada hari-hari tasyriq untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak menemukan hadyu.”

Oleh sebab itu, maka mayoritas ulama melarang puasa di hari-hari tasyriq, baik puasa sunnah, qadha’, maupun nazar. Mereka pun berpendapat batal puasanya orang yang berpuasa di hari-hari tasyriq.

Baca Juga :  Syarat Badal Haji untuk Perempuan yang Tidak Mampu Secara Fisik

Namun, pendapat yang rajih dari kalangan ulama bahwa puasa di hari-hari tasyriq itu hanya diperbolehkan bagi orang yang sedang beribadah haji tamattu’ (mendahulukan umrah daripada haji) dan haji qiran (menggabungkan ibadah umrah dan haji) yang tidak menemukan hadyu (hewan sembelihan untuk membayar dam) maka bagi mereka boleh melaksanakan puasa untuk mengganti hewan hadyu yang tidak ia dapatkan di hari-hari Tasyriq. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here