BincangSyariah.Com– Berikut ini adalah biografi dari Syaikh Ahmad Al-Badawi sosok seorang sufi yang telah mencapai derajat kewalian. Syaikh Ahmad Al-Badawi memiliki nasab yang bersambung kepada Rasulullah Saw.
Silsilah lengkapnya yaitu, Syaikh Ahmad Al-Badawi bin ‘Ali bin Ibrahim bin Muhammad bin Abu Bakar bin Isma’il bin Umar bin ‘Ali bin ‘Utsman bin Husain bin Muhammad bin Musa bin Yahya bin ‘Isa bin Ali al-Hadi bin Muhammad Al-Jawwad bin Hasan Al-Askari bin Ja’far bin Ali Ar-Ridho bin Musa Al-Kadzim bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad bin Ali bin Husain, putra Fathimah Az-Zahrah binti Rasulullah Saw.
Beliau dilahirkan pada tahun 596 Hijriyah tepatnya di kota Fes, Maroko dari pasangan Syaikh Ali bin Ibrahim Al-Husaini dan Fathimah binti Muhammad bin Ahmad As-Syarif. Dikatakan bahwa ketika masih didalam kandungan sang ibu bermimpi mendengar seruan malaikat “Berbahagialah engkau akan melahirkan bayi istimewa yang beda dari yang lain.”
Di usia delapan tahun Syaikh Ahmad Al-Badawi dibawa pindah oleh keluarganya menuju kota Makkah, hal ini dilakukan setelah sang Ayah bermimpi bertemu dengan salah satu leluhurnya yaitu Syaikh Muhammad al-Jawad yang berkata “Wahai Ali, bagunlah dari tidurmu, pergilah bersama anak-anakmu ke kota Makkah, disana engkau akan menemukan rahasia serta kabar gembira.”
Tepat setelah Syaikh Ahmad Al-Badawi berusia tiga puluh satu tahun beliau memulai pengembaraan sufismenya. Beliau pun memilih ber-khalwat atau menyepi di pegunungan Abu Qubais, yang ada di pinggiran kota Makkah. Beliau selalu mengenakan kain penutup wajah agar ia tak dikenali banyak orang.
Hal itulah yang membuat beliau dijuluki dengan al-Badawi karena kebiasaannya memakai kain penutup wajah sebagaimana layaknya orang arab pedalaman Arab Badui. Di gunung Abu Qubais inilah ia berguru kepada seorang sufi bernama Syaikh Bari, salah satu murid syekh Ahmad ar-Rifa’i.
Dan pada suatu malam beliau bermimpi mendapat isyarah untuk pergi berhijrah ke tanah Iraq tanah, akhirnya beliau bersama salah seorang saudaranya yang bernama Syaikh Hasan berangkat menuju Irak untuk mencari guru yang dapat menuntunnya ke jalan Allah Swt.
Sesampainya di Iraq beliau menziarahi seluruh kota yang menjadi tempat dimakamkannya tokoh-tokoh sufi. Hingga pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dan Syaikh Ahmad Ar-Rifa`i.
Kedua tokoh sufi tersebut berkata kepada Syaikh Ahmad Al-Badawi dalam mimpinya “Wahai Ahmad, kami datang kepadamu membawa kunci kewalian tanah Iraq, Yaman, India, Romawi, daerah timur dan barat di tangan kami. Kunci kewalian manapun yang engkau inginkan akan kami berikan.”
Setelah beberapa tahun berguru di Iraq beliau hijrah ke kota Thanta di daerah mesir disana beliau mulai menerima orang-orang untuk menjadi muridnya. Kepergian beliau ke kota Thanta didasarkan oleh isyarah mimpi.
Meskipun telah menjadi guru yang memiliki banyak murid, beliau tetap menjadi orang yang tak ingin dikenal banyak orang, beliau tetap mengenakan pakaian yang menutupi wajah beliau, hingga perna suatu hari salah seorang murid beliau yang bernama Syaikh Abdul Majid memohon untuk bisa melihat wajah Syaikh Ahmad Al-Badawi sampai sang murid berkata;
“Wahai guru perkenankanlah aku melihat wajah muliamu agar kami bisa saling mengenal meskipun aku harus mati sebab melihat wajah muliamu”. Tak lama kemudia sang murid benar-benar meninggal dunia setelah melihat wajah Syaikh Ahmad Al-Badawi.
Syaikh Ahmad Al-Badawi wafat pada tahun 675 H di kota Thanta. Yang mana peringatan wafat sang sufi selalu diadakan setiap pertengahan bulan Oktober di kota Thanta selama seminggu penuh. Sampai dikatakan bahwa haul sang sufi adalah haul terbesar kedua di negara Mesir setelah haul Sayyidina Husain, cucu Rasulullah di kota Kairo Mesir.
Demikian penjelasan mengenai biografi Syaikh Ahmad Al-Badawi sang sufi dan wali Allah yang tak ingin dikenal orang. Semoga bermanfaat, Wallahu a`lam. [Baca juga:Sahal al-Tustari; Teladan Sufi dalam Menahan Rasa Lapar ]








[…] kitab Abwabul Faraj, Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki menyebutkan bahwa di antara lafadz istighfar agung yang biasa dibaca oleh Imam Ahmad bin Idris adalah sebagai […]
… [Trackback]
[…] Find More to that Topic: bincangsyariah.com/khazanah/profil-tokoh/biografi-syaikh-ahmad-al-badawi-sufi-agung-asal-maroko/ […]