BincangSyariah.Com– Mengapa rezeki terasa seret padahal usaha sudah dilakukan semaksimal mungkin? Sebenarnya apa penyebab rezeki terhambat? Pertanyaan ini kerap muncul ketika seseorang mengalami penurunan penghasilan, usaha yang sepi pelanggan, atau pekerjaan yang tak kunjung membuahkan hasil sesuai harapan.
Dalam pandangan Islam, selain faktor ekonomi dan ikhtiar yang perlu dievaluasi, ada aspek spiritual yang tidak boleh diabaikan, yaitu dosa dan kemaksiatan.
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa perbuatan maksiat dapat menjadi salah satu penyebab hilangnya keberkahan hidup, termasuk penyebab rezeki terhambat. Karena itu, ketika seseorang merasakan kesempitan ekonomi atau hambatan dalam mencari nafkah, muhasabah diri menjadi langkah penting yang dianjurkan syariat.
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Jawab al-Kafi liman Sa’ala ‘anid Dawa’isy Syafi,Jilid I , halaman 165 menjelaskan bahwa kemaksiatan memiliki dampak yang luas terhadap kehidupan seorang hamba. Beliau menulis:
المعاصي تمحق البركة، ومن عقوباتها: أنها تمحق بركة العمر، وبركة الرزق، وبركة العلم، وبركة العمل، وبركة الطاعة
Artinya: “Kemaksiatan menghapus keberkahan. Di antara akibatnya adalah hilangnya keberkahan umur, keberkahan rezeki, keberkahan ilmu, keberkahan amal, dan keberkahan dalam ketaatan.”
Keterangan ini menunjukkan bahwa dampak dosa tidak selalu terlihat dalam bentuk berkurangnya jumlah harta. Seseorang mungkin tetap memiliki penghasilan yang besar, tetapi kehilangan keberkahan di dalamnya. Harta menjadi cepat habis, tidak mendatangkan ketenangan, atau tidak memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
Pandangan tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah ﷺ yang menyebutkan:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ
Artinya: “Sesungguhnya seseorang dapat terhalang dari rezeki karena dosa yang dilakukannya.”
Hadis ini menjadi peringatan bahwa dosa tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan akhirat, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai urusan duniawi, termasuk kelancaran rezeki.
Meski demikian, Islam tidak mengajarkan seseorang untuk serta-merta menyimpulkan bahwa setiap kesulitan ekonomi pasti merupakan hukuman dari Allah. Sebab, kesempitan hidup juga bisa menjadi bentuk ujian yang diberikan kepada hamba-Nya untuk meningkatkan kesabaran dan derajatnya di sisi Allah.
Karena itu, ketika menghadapi hambatan rezeki, seorang muslim dianjurkan untuk melakukan dua hal sekaligus: memperbaiki ikhtiar lahiriah dan memperbaiki kondisi batiniah. Evaluasi usaha, peningkatan kemampuan, serta kerja keras tetap diperlukan.
Namun, di saat yang sama, seorang hamba juga perlu memperbanyak istighfar, bertaubat, menjaga ibadah, dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan.
Hal ini ditegaskan pula oleh Syekh Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim dalam kitab Ar-Rizq Abwabuhu wa Mafatihuhu. Ia menyatakan:
ومن أعظم الأسباب الجالبة للرزق: ترك الذنوب والمعاصي، فإنها تحرم خيري الدنيا والآخرة
Artinya: “Di antara sebab terbesar yang mendatangkan rezeki adalah meninggalkan dosa dan maksiat. Sebab, keduanya dapat menghalangi seseorang dari kebaikan dunia dan akhirat.”
Penjelasan tersebut diperkuat oleh firman Allah SWT dalam Surah Asy-Syura ayat 30:
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Artinya: “Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu.” (QS. Asy-Syura: 30)
Ayat ini mengajarkan pentingnya introspeksi ketika menghadapi berbagai persoalan hidup. Seorang muslim tidak hanya dituntut untuk mencari solusi secara lahiriah, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan Allah melalui taubat dan ketaatan.
Dengan demikian, kelancaran rezeki dalam Islam tidak semata-mata ditentukan oleh kerja keras dan kecakapan mengelola usaha. Ada dimensi spiritual yang turut memengaruhi, yaitu kualitas hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
Karena itu, ketika rezeki terasa terhambat, muhasabah, istighfar, dan meninggalkan maksiat menjadi ikhtiar penting yang patut didahulukan, di samping terus berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. Wallahu a’lam.








