BincangSyariah.Com – Rebo Wekasan merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut hari Rabu terakhir pada bulan Safar. Di sebagian masyarakat Muslim, hari tersebut diisi dengan berbagai amalan keagamaan, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, bershalawat, berdoa, dan memperbanyak amal kebaikan.
Salah satu amalan yang kerap dilakukan pada Rebo Wekasan adalah membaca surah Yasin. Lantas, bagaimana hukum membaca surah Yasin pada malam atau hari Rebo Wekasan? Adakah tata cara khusus yang dianjurkan?
Hukum Membaca Yasin pada Rebo Wekasan
Pada dasarnya, membaca surah Yasin merupakan bagian dari membaca Al-Qur’an yang memiliki keutamaan besar. Karena itu, membaca Yasin pada Rebo Wekasan pada dasarnya termasuk amalan yang baik selama tidak ada keyakinan bahwa pada hari tersebut mengandung kesialan.
Sebagian ulama dan masyarakat Muslim menjadikan Rebo Wekasan sebagai momentum untuk memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, dan berbagai amal saleh. Amalan-amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon perlindungan dari segala bala dan musibah.
Dengan demikian, membaca Yasin pada Rebo Wekasan dapat dilakukan sebagai bagian dari amalan membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah. Hal yang perlu diperhatikan adalah tidak meyakini bahwa membaca Yasin pada Rebo Wekasan merupakan kewajiban agar terhindar dari kesialan bulan Safar.
Mengapa Rebo Wekasan Diisi dengan Doa dan Amalan?
Rebo Wekasan dalam tradisi keislaman di Nusantara sering dikaitkan dengan kekhawatiran akan datangnya berbagai bala atau musibah. Sebagian ulama menyebut bahwa pada Rabu terakhir bulan Safar terdapat banyak bala yang diturunkan.
Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk menyikapinya dengan memperbanyak ibadah dan memohon perlindungan kepada Allah. Di antara bentuk ikhtiar tersebut adalah membaca Al-Qur’an, berzikir, bershalawat, bersedekah, dan berdoa.
Namun, keyakinan bahwa pada Rebo Wekasan pasti turun bala dalam jumlah tertentu sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari penjelasan tradisi atau pandangan sebagian ulama, bukan sebagai keyakinan yang harus dipegang secara mutlak. Seorang Muslim tetap meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan ketentuan Allah.
Tata Cara Membaca Yasin pada Rebo Wekasan
Bagi masyarakat yang ingin mengisi Rebo Wekasan dengan membaca surah Yasin, terdapat tata cara yang diamalkan oleh sebagian ulama dan masyarakat. Secara umum, rangkaian amalan tersebut dilakukan dengan membaca surah Yasin, mengulang ayat tertentu, kemudian membaca doa.
Berikut tata caranya.
1. Membaca Surah Yasin
Pertama, membaca surah Yasin secara lengkap. Ketika sampai pada ayat:
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ
Salāmun qaulan mir rabbir rahīm.
Artinya: “(Kepada mereka dikatakan), ‘Salam,’ sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”
Dalam tata cara yang diamalkan sebagian masyarakat pada Rebo Wekasan, ayat tersebut kemudian diulang sebanyak 313 kali.
Setelah selesai mengulang ayat tersebut, pembacaan surah Yasin dilanjutkan hingga selesai.
Perlu dipahami bahwa pengulangan sebanyak 313 kali tersebut merupakan tata cara amalan yang disebutkan dalam tradisi sebagian ulama, bukan kewajiban dalam membaca surah Yasin. Karena itu, seseorang tidak perlu menganggap bahwa membaca Yasin menjadi tidak sah apabila tidak mengulang ayat tersebut sebanyak 313 kali.
2. Membaca Shalawat
Setelah selesai membaca surah Yasin, amalan dapat dilanjutkan dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Salah satu shalawat yang biasa dibaca adalah shalawat yang memuat permohonan keselamatan, pemenuhan hajat, dan perlindungan dari berbagai keburukan.
Berikut bacaannya:
اللَهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
3. Membaca Doa Memohon Perlindungan
Setelah membaca shalawat, dilanjutkan dengan doa memohon kepada Allah agar dijauhkan dari berbagai keburukan dan bala.
اَللَّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, sholatan tunjina biha min jami’il ahwali wal afat, wa taqdhi lana biha jami’al hajat, wa tuthohhiruna biha min jami’is sayyiat, wa tarfa’una biha ‘indaka a’lad darojat, wa tuballighuna biha aqshol ghoyat min jami’il khoirot fil hayati wa ba’dal mamat, bi rohmatika ya arhamar roohimin.
Allohummashrif ‘anna syarro ma yanzilu minas sama’i wa ma yakhruju minal ardhi. Innaka ‘ala kulli syai’in qodir. Wa shollallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan shalawat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala keadaan yang menakutkan dan dari segala cobaan. Dengan shalawat itu, Engkau memenuhi segala hajat kami, menyucikan kami dari segala keburukan, mengangkat kami ke derajat yang paling tinggi di sisi-Mu, dan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dari segala kebaikan, baik dalam kehidupan maupun setelah kematian, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.
Ya Allah, palingkanlah dari kami keburukan yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.”
Rebo Wekasan, Momentum Memperbanyak Ibadah
Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai amalan khusus pada Rebo Wekasan, membaca Al-Qur’an, berzikir, bershalawat, bersedekah, dan berdoa merupakan amalan yang baik untuk dilakukan kapan saja.
Karena itu, Rebo Wekasan dapat dijadikan momentum untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Membaca surah Yasin dapat dilakukan dengan niat membaca Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan doa memohon keselamatan dan perlindungan dari Allah.
Yang tidak kalah penting, amalan tersebut hendaknya tidak disertai keyakinan bahwa bala pasti turun pada hari tertentu atau bahwa seseorang pasti akan tertimpa musibah apabila tidak melakukan ritual tertentu. Perlindungan sejati tetap berasal dari Allah Swt., sehingga seorang Muslim dianjurkan untuk senantiasa bertawakal dan memohon pertolongan hanya kepada-Nya.
Dengan demikian, membaca Yasin pada Rebo Wekasan dapat menjadi salah satu sarana untuk menghidupkan malam atau hari tersebut dengan bacaan Al-Qur’an, zikir, shalawat, dan doa.
Selain memperoleh pahala membaca Al-Qur’an, momentum tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak munajat kepada Allah agar senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan, dan perlindungan dari segala keburukan.








