Adab Agar Doa Dikabulkan Menurut Al-Qur`an

3
299
Adab Agar Doa Dikabulkan Menurut Al-Qur`an
Adab Agar Doa Dikabulkan Menurut Al-Qur`an

BincangSyariah.Com- Doa adalah senjata orang beriman, jembatan yang menghubungkan antara hamba dan Tuhannya. Dalam Al-Quran, Allah memerintahkan manusia untuk berdoa dan menjanjikan pengabulan atas doa yang tulus. Namun, Al-Quran juga memberikan petunjuk tentang adab atau etika dalam berdoa agar doa lebih mudah dikabulkan. Adab-adab merupakan bentuk penghambaan dan kerendahan hati di hadapan Sang Pencipta.

Sejatinya, dalam kondisi bagaimanapun teruslah berdoa untuk menggapai harapan kita, karena ungkapan bahwa doa adalah senjata selaras dengan yang telah ditegaskan oleh Nabi Muhammad Saw dalam hadistnya;

الدعاء سلاح المؤمن، وعماد الدين، ونور السماوات والأرض.

Artinya; “ Doa adalah senjata bagi orang yang beriman, tiang bagi agama dan cahayanya langit dan bumi.” (HR. Al-Hakim)

Selain itu Allah Swt juga memotivasi hambanya untuk terus berdoa kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt di dalam surat Ghafir ayat 60;

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ.

Artinya; “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Namun, tak sedikit di antara kita yang merasa doanya belum juga dikabulkan, padahal telah berulang kali dipanjatkan dengan penuh harap. Mengapa demikian? Salah satu sebabnya bisa jadi karena kita belum memperhatikan adab-adab dalam berdoa sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Allah tidak hanya memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa, tetapi juga membimbing bagaimana cara terbaik untuk memanjatkan doa agar lebih mudah diijabah.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas adab-adab berdoa yang bersumber langsung dari Al-Qur’an—mulai dari keikhlasan niat, merendahkan diri, memilih waktu-waktu mustajab, hingga pentingnya husnuzan kepada Allah.

Semoga dengan memahami dan menerapkan adab-adab ini, doa-doa kita menjadi lebih bermakna, dan dikabulkan oleh Allah dengan cara dan waktu terbaik.

Agar Doa Segera Dikabulkan

Pertama, Memilih Waktu yang Tepat

Doa akan lebih mudah dikabulkan jika dilakukan di waktu-waktu yang istimewa. Misalnya saat hari Jumat, atau di waktu sahur. Selain itu, ada momen-momen khusus seperti ketika sujud dalam salatDoa juga mustajab jika dipanjatkan oleh orang yang sedang dalam kondisi khusus seperti musafir, orang yang dizalimi, orang tua kepada anaknya, dan orang yang sedang berpuasa.

Kedua, Berdoa dengan Khusyuk dan Penuh Harap

Ketika berdoa, dianjurkan untuk menghadap kiblat, mengangkat tangan, dan tidak berlebihan dalam merangkai kata-kata. Doa sebaiknya disampaikan dengan penuh rasa harap dan takut, serta dengan hati yang tunduk kepada Allah. Allah berfirman:

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةًۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
[QS. Al-A’raf: 55]

اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas, dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada kami.”
[QS. Al-Anbiya’: 90]

Ketiga, Merendahkan Suara dalam Doa

Berdoa dengan suara pelan mencerminkan adab yang baik dan menunjukkan kerendahan hati. Suara yang lembut lebih mudah menghadirkan kekhusyukan dan keikhlasan dalam hati. Dalam keadaan seperti ini, seseorang akan memohon sebagaimana orang yang benar-benar butuh—penuh rasa hina dan harap.

Allah memuji Nabi Zakaria dalam firman-Nya:

اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا

“(Yaitu) tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.”
[QS. Maryam: 3]

Selain itu, berdoa dengan suara pelan juga menjadi bentuk penghormatan terhadap nikmat besar yang sedang kita minta.

Keempat, Memperbanyak Permohonan

Hendaknya ketika berdoa kepada Allah benar-benar dalam kondisi memohon karunia-Nya, utamanya memohon karunia kebaikan akhirat. Hal ini sebagaimana firman-firman-Nya.

وَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

Artinya; “Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya”. [QS. An-Nisâ’: 32].

فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

Artinya; “Maka di antara manusia ada orang yang bendoa, ‘Wahai Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia’, dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di Akhirat.”[QS. Al-Baqarah: 200].

Demikian penjelasan mengenai agar doa segera dikabulkan. Semoga doa kita segera diijabah oleh Allah SWT.  Wallahu a`lam.

Artikel SebelumnyaKhatib Kentut Saat Khutbah Jumat, Apakah yang Harus Dilakukan?
Artikel SelanjutnyaKeutamaan Membaca Ayat Kursi Menurut Hadis Nabi

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini