Facebook Instagram Twitter Youtube
  • Beranda
  • Tutorial Ibadah
  • Hukum Islam
    • Ibadah
    • Muamalah
    • Fikih Perempuan
    • Data Syariah
  • Zikir dan Doa
  • Khazanah
    • Profil Tokoh
    • Wawancara
    • Sejarah Islam
  • Kolom
  • Cek Fatwa
  • Waris
Cari
Facebook Instagram Twitter Youtube
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kirim Tulisan
  • Donasi
  • Iklan
Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.
BincangSyariah | Portal Islam Rahmatan lil Alamin
  • Beranda
  • Tutorial Ibadah
  • Hukum Islam
    • Ibadah
    • Muamalah
    • Fikih Perempuan
    • Data Syariah
  • Zikir dan Doa
  • Khazanah
    • Profil Tokoh
    • Wawancara
    • Sejarah Islam
  • Kolom
  • Cek Fatwa
  • Waris
Beranda Penulis Dikirim oleh Muallifah

Muallifah

Muallifah
18 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Konstantinopel Era Turki Ustmani: Umat Kristen Diberi Kebebasan Beragama
Sejarah Islam

Konstantinopel Era Turki Ustmani: Umat Kristen Diberi Kebebasan Beragama

Muallifah - 15 Agustus 2022 5
Perjanjian Damai Sulaiman Al-Qanuni dengan Perancis: Umat Kristen Diperbolehkan Melaksanakan Ibadah
Sejarah Islam

Perjanjian Damai Sulaiman Al-Qanuni dengan Perancis: Umat Kristen Diperbolehkan Melaksanakan Ibadah

Muallifah - 12 Agustus 2022 2
Peran Penting Yahudi Masa Umayyah di Andalusia BincangSyariah.Com- Artikel ini akan membahas peran penting Yahudi masa Umayyah di Andalusia. Spanyol sebelum kedatangan Islam dikenal dengan nama Iberia/Asbania, kemudian disebut Andalusia. Ketika negeri itu dikuasai oleh bangsa Vandal, orang Arab menyebutnya Andalusia (Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan, Ensiklopedia Mini Sejarah Dan Kebudayaan Islam (Logos Wacana Ilmu Jakarta: 1996)). Sebelum kedatangan Islam, Spanyol berada di bawah kekuasaan Visigoth. Di bawah naungan kekuasaannya, ia memaksa masyarakat Spanyol untuk menganut agama Kristen Katolik. Kebijakan pemaksaan itu membuat masyarakat sangat tidak nyaman dan tertekan. Mereka dibaptis secara paksa. Setelah kebijakan tersebut, masyarakat mengalami kesengsaraan dan banyak sekali yang melarikan diri karena tidak ingin berpindah agama. Pemaksaan demikian, tidak dilakukan oleh para khalifah dinasti Umayyah yang datang, sehingga masyarakat menerima kehadiran Islam di Andalusia. Yahudi merupakan salah satu agama yang hidup pada masa Islam Andalusia. Kebudayaannya yang berkembang pada waktu itu sangat cemerlang. Salah satu tokoh yang memiliki peran penting yakni Hasday bin Shaprut. Ia melayani khalifah Abdurrahman III dan al-Hakam II sebagai sarjana dan dokter yang menyembuhan Raja Shanco. Selain itu, Hasday juga merekrut para cendekiawan, penyair dan ahli filsafat untuk datang ke Cordoba. Peran penting dalam sistem pemerintahan, ditunjukkan dengan melayani tugas-tugas diplomatik bagi khalifah-khalifah ke Ordono IV dari Leon dan Ratu Toda dari Navarra. Ia juga memimpin kegiatan penterjemahan di istana. Dalam menjalankan tugas penerjemahan, misalnya menerjemahkan manuskrip Yunani, Hasday datang ke kaisar Bizantium, lalu mengirim seorang biarawan berbagai Yunani dan Latin. Sehingga manuskrip itu bisa diakses oleh semu orang. Perkembangan lain di Cordoba yaitu studi-studi Talmud berkembang di bawah pimpinan Rabbi Moses. Orang-orang Yahudi mulai memperbaiki tata bahasa dari Bahasa Ibrani ke bahasa Arab. Dalam sektor perdagangan, Yahudi menguasai perdagangan barang-barnag mewah dan budak-budak. Islam di Andalusia adalah sebuah potret kegemilangan sejarah Islam yang dibawa oleh dinasti Umayyah. Pada zaman itu, potret toleransi yang cukup kuat, ditunjukkan oleh 3 agama besar, yakni: Yahudi, Kristen dan Islam. Para khalifah Islam dari masa ke masa, khususnya Abdurrahman III, yang dikenal sebagai penguasa paling berpengaruh di Andalusia, memberikan kesempatan dan ruang yang luas bagi penganut agama untuk menjalan perintah agama sesuai dengan keyakinan masing-masing, serta tidak membeda-bedakan kewajiban dan hal sebagai warga negara (Reinhart Dozy, Spanish Islam: A History of the Moslems in Spain (CreateSpace Independent Publishing Platform (December 19, 2015). Di bawah kekuasaan Abdurrahman III, masyarakat umat beragama memiliki kesempatan yang sangat luas untuk belajar dan beraktifitas layaknya manusia. Ia dianggap sebagai sang penyelamat imperium muslim Spanyol. Dengan kebijakan yang didasarkan pada kemampuan intelektualnya, terciptalah stabilitas nasional yang sangat terkendali serta dapat menarik masyarakat Spanyol dengan tidak menimbulkan jurang pemisah antara kelas dan golongan agama yang ada. Dengan melihat kondisi tersebut, tercipta suatu imperium Umayyah yang damai dna kuat di Spanyol. Setelah kepemimpinan Abdurrahman III gugur, ditandai dengan wafatnya pada bulan Oktober tahun 961, kepemimpinan selanjutnya digantikan al-Hakam II, anaknya, yang tidak kalah jauh lebih pesat dibandingkan sebelumnya. Ia berkuasa sejak 961-976 M dengan mempertahankan stabilitas pemerintahan dan kemakmuran negaranya. Potret hubungan antar agama yang ditampilkan pada masa itu, hampir sama dengan masa kepemimpinan ayahnya. Orang-orang yang memiliki peran di pemerintahan, pada masa ayahnya, juga berperan penting di masanya. Artinya, ia tetap mempertahankan menteri-menteri yang diangkat oleh ayahnya. Selanjutnya, kepemimpinan digantikan oleh al-Hisyam II. Disinilah awal kemunduran Islam di Andalusia. Sebenarnya, tidak hanya Abdurrahman III dan al-Hakam yang dikenal sebagai pemimpin yang memiliki toleransi sangat kuat. Abdurrahman I juga merupakan cerminan dari perilaku toleransi pada perkembangan Islam di Andalusia. Hal itu terlihat dari, ketika ia menggunakan separuh gereja St. Vinsensiuan sebagai masjid, dan separuh lainnya digunakan secara bebas oleh umat Kristiani. Perilaku itu disebut sebagai lambang religius, untuk merekatkan hubungan antar agama (Faisal Ismail, Paradigma Kebudayaan Islam. Studi Kritis dan Refleksi Historis, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1997). Potret toleransi yang ditampilkan oleh para khalifah Islam Andalusia, tidak hanya berhenti pada satu tokoh. Artinya, masing-masing khalifah memberikan teladan masing-masing dalam memimpin Islam. Melalui potret tersebut, kiranya cukup kuat menjadi sebuah refleksi bagi kita bahwa, non-muslim memiliki pengaruh besar terhadap sejarah kekhalifahan Islam di Andalusia. Mereka, khususnya Yahudi, ikut andil terhadap kemajuan peradaban Islam di Eropa.
Khazanah

Peran Penting Yahudi Masa Umayyah di Andalusia

Muallifah - 11 Agustus 2022 4
Kisah Khalifah Al- Hakam II Mendamaikan Konflik Nasrani
Kolom

Kisah Khalifah Al-Hakam II Mendamaikan Konflik Nasrani

Muallifah - 11 Agustus 2022 3
Kebijakan Khalifah Abdurrahman bin Muawiyah; Masyarakat Kristen Diperbolehkan Membangun Gereja
Sejarah Islam

Kebijakan Khalifah Abdurrahman bin Muawiyah; Masyarakat Kristen Diperbolehkan Membangun Gereja

Muallifah - 9 Agustus 2022 7
Kisah Ibnu Rusyd yang Pernah Ditolong oleh Yahudi
Profil Tokoh

Kisah Ibnu Rusyd yang Pernah Ditolong oleh Yahudi

Muallifah - 5 Agustus 2022 2
Kisah Khalifah Muawiyah Menikahi Perempuan Non Muslim
Sejarah Islam

Kisah Khalifah Muawiyah Menikahi Perempuan Non Muslim

Muallifah - 4 Agustus 2022 1
Keterlibatan Kristen dalam Pemerintahan Turki Usmani
Sejarah Islam

Keterlibatan Kristen dalam Pemerintahan Turki Usmani

Muallifah - 28 Juli 2022 3
Keterlibatan Kristen dalam Pemerintahan Abbasiyah
Sejarah Islam

Keterlibatan Kristen dalam Pemerintahan Abbasiyah

Muallifah - 26 Juli 2022 4
Dome of the Rock: Masjid Penyatu Keyaninan Umat Islam dan Umat Yahudi
Kolom

Dome of the Rock: Masjid Penyatu Keyakinan Islam dan Yahudi

Muallifah - 25 Juli 2022 4
12Halaman 1 dari 2
“Bincangsyariah adalah media yang mengusung misi kerahmatan Islam sebagaimana tujuan diutusnya Rasulullah SAW”
Hubungi kami: bincangsyariah.com@gmail.com
Facebook Instagram Twitter Youtube

El Bukhari Network

Bincang Muslimah
Tafsir Al Quran
Hadispedia

Link Lainnya

Tentang
Redaksi
Kirim Tulisan
Donasi
Iklan
Toko

© 2024 - Bincang Syariah. Developed By Bincang Syariah. All Rights Reserved
Advertisement
Tanya Ustadz Tanya Ustadz