Ini Zikiran yang Dibaca Nabi Ibrahim Saat Dibakar Namrud

0
7739

BincangSyariah.Com – Nabi Ibrahim dikenal sebagai bapak monoteisme. Nabi Ibrahim selalu berdialog dengan dirinya sendiri mengenai keberadaan Tuhan. Dari menduga matahari, bulan, dan bintang adalah tuhan, akhirnya Nabi Ibrahim menemukan jawaban. Semua benda alam yang sirna itu bukanlah Tuhan.

Hal ini diceriakan dalam Al-Qur’an surah al-An‘am ayat 76-79. Allah Swt. berfirman:

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأى كَوْكَباً قالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ (76)

Maka tatkala malam mulai gelap, ia (Ibrahim) melihat sebuah bintang dan berkata, “Ini adalah tuhanku!” Namun tatkala bintang itu terbenam, Ibrahim berkata, “Aku tidak suka dengan tuhan yang terbenam. Karena Tuhan yang benar selalu hadir dan tidak pernah menghilang

فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بازِغاً قالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ 77

Dan ketika melihat bulan muncul di langit, Ibrahim berkata “Ini adalah tuhanku!” Namun tatkala bulan itu terbenam, Ibrahim berkata, “Sungguh, jikalau Allah tidak membimbingku untuk mengesakan-Nya dan menyembah-Nya semata, niscaya aku benar-benar akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang jauh dari agama-Nya yang hak.”

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بازِغَةً قالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ 78

Dan tatkala melihat matahari terbit, Ibrahim berkata, “Yang terbit ini adalah tuhanku. Yang terbit ini lebih besar dari bintang dan bulan.” Kemudian tatkala matahari itu terbenam, Ibrahim berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian jadikan sekutu dengan Allah.”

 إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّماواتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفاً وَما أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ 79

“Sesungguhnya aku memurnikan agamaku hanya kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya, serta berpaling dari ajaran syirik menuju ajaran tauhid yang murni. Dan aku bukanlah termasuk golongan orang-orang musyrik yang menyembah tuhan lain bersama menyembah Allah.”


Namun miris, ternyata bapak atau pamannya Nabi Ibrahim justru menjadi orang dekat Namrud. Namrud merupakan raja diktator yang mempunyai banyak patung. Dalam anggapan Namrud, patung-patung tersebut dapat memberikan manfaat dan mudarat.

Nabi Ibrahim mencari cara, dan akhirnya menghancurkan patung-patung yang dipertuhankan oleh Namrud. Namrud marah, dan membakar Nabi Ibrahim hidup-hidup. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang menyampaikan demikian.

آخِرُ مَا تَكَلَّمَ بِهِ إِبْرَاهِيمُ حِينَ أُلْقِيَ فِي النَّارِ حَسْبِيَ الله وَنِعْمَ الوَكِيلُ

Akhir ucapan yang Ibrahim katakan saat diceburkan ke dalam api itu hasbiyallah wa ni‘mal wakil (Hanya Allah lah yang mencukupiku, dan Ia lah sebaik-baik Zat yang dipasrahi) (HR Ibnu Asakir)

Ucapan tersebut merupakan bentuk kepasrahan Nabi Ibrahim pada Allah. Dengan begitu, api pun tak sanggup membakar Nabi Ibrahim karena kekuasaan Allah. Wallahualam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here