Zikir yang Disunnahkan dalam Ifadhah dari Arafah Menuju Muzdalifah

0
464

BincangSyariah.Com – Ketika di Arafah, disunnahkan memperbanyak zikir dan doa serta bersungguh-sungguh melakukannya, ini adalah paling utamanya hari yang disunnahkan berdoa dan termasuk keagungan dalam haji, inti tujuan haji.

Maka sangat dianjurkan bersungguh-sungguh dalam brezikir, doa membaca al-Quran, berdoa dengan berbagai macam doa, dan menekuni zikir, berdoa bagi diri sendiri dan berdoa pada segala tempat, mendoakan diri sendiri, orang tua, kerabat, guru, sahabat, teman-teman yang dicintainya.

Disunnahkan memperbanyak bertalbiyah di antara doa-doa tersebut dan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Saw serta memperbanyak menangis dalam zikir, karena dengan begitu ucapan akan semakin menyentuh dan harapan menjadi semakin dikabulkan.

Kemudian disunnahkan juga zikir ketika ifadhah dari Arafah menuju Muzdalifah. Imam Nawawi dalam al-Azkar mengatakan, di antara doa yang ma’tsur adalah

إِلَيْكَ اللَّهُمَّ أَرْغَبُ وَإِيَّاكَ أَرْجُو فَتَقَبَّلْ نُسُكِي وَوَفِّقْنِي وَارْزُقْنِي فِيهِ مِنَ الْخَيْرِ أَكْثَرَ مَا أَطْلَبُ وَلَاتُخَيِّبْنِي إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الْجَوَّادُ الْكَرِيْمُ

Ilaika allahumma arghabu wa ilaika arju fataqabbal nusuki wawaffiqnii warzuqnii fiihi minal khairi aktsara laa athlabu walaa tukhayyibnii innaka antallahul jawwaadul kariim

Artinya; Kepada Engkau ya Allah dan hanya kepada-Mu aku berharap maka terimalah ibadahku, anugerahkan taufik dan anugerahkan rezeki dari kebaikan yang banyak dari apa yang aku minta, dan janganlah Engkau celakakan aku, sungguh Engkau Tuhan yang Maha Dermawan lagi Maha Mulia.

Malam tersebut adalah malam hari raya, dan sunnah menghidupkan malam hari raya dengan berzikir dan shalat, dan keutamaan tersebut mejadi berlipat ganda karena di tempat mulia dan dalam keadaan ihram.

Baca Juga :  Apakah Menitipkan Doa kepada Orang yang Haji Disunnahkan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here