Zikir Rasulullah Saat Melihat yang Disenangi dan yang Dibenci

2
3303

BincangSyariah.Com – Diantara keistimewaan untuk Rasulullah Saw. adalah menjadi orang pertama kali yang masuk ke surga. Begitu juga umatnya. Meskipun begitu, walau sudah mendapat jaminan surga, tidak sama sekali membuatnya menyepelekan beribadah. Bahkan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa kaki beliau sampai bengkak dari saking lamanya salat malam. Semua fasilitas yang diberikan oleh Allah Swt. tidak membuat beliau besar kepala, bahkan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa setidaknya dalam sehari beliau tidak pernah kurang dari 70 kali istighfar. Ada yang mengatakan 100 kali istighfar. Padahal dosa-dosa beliau sudah terampuni, akan tetapi dzikirnya istiqomah setiap hari. Lisan beliau terus dibasahi dengan kalimat toyyibah. Hati beliau terus diisi dengan cahaya ilahi. Baik dalam keadaan suka ataupun duka.

Saat diberi kenikmatan, beliau bersyukur. Ketika diberi ujian, beliau bersabar. Saat melihat hal yang disenangi beliau memuji Allah Swt. Begitu juga saat melihat hal yang tidak disenangi, beliau tetap memuji-Nya. Dalam artian pujian (tahmid) yang diucapkan Rasulullah Saw. adalah dzikir kepada-Nya. Siti Aisyah berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم اذا راى ما يحب قال الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات واذا راى ما يكره قال الحمد لله على كل حال رب اني اعوذبك من حال اهل النار

Rasulullah Saw. apabila melihat sesuatu yang disenangi beliau berkata: Segala puji hanya milik Allah, Dzat yang dengan karunia-Nya kebaikan bisa sempurna. Dan ketika beliau melihat sesuatu yang tidak disenangi, maka beliau berkata: segala puji hanya milik Allah dalam setiap keadaan, wahai Tuhanku, aku berlindung dari tingkah laku ahli neraka. (H.R. Ibnu Majah)

Artinya, apapun sesuatu yang kita lihat, mau suka atau tidak, tetap harus dikembalikan kepada Allah. Caranya dengan melafadzkan dzikir atau doa sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad Saw.

Saat melihat hal yang disenangi (kebaikan), misalkan melihat anak bisa baca quran atau ranking kelas, maka ucapkan:

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmu as-ssholihaat

Segala puji bagi Allah yang dengan keberkahan nikmat-Nya, terwujudlah amal-amal shalih

Ketika melihat hal yang tidak disenangi (keburukan) misalkan melihat orang pacaran, maka sunah mengucapkan:

الحمد لله على كل حال رب اني اعوذبك من حال اهل النار

Alhamdu Lillahi ‘ala Kulli Haal. Rabbi Inni A’uudzubika min haali ahli al-naar 

Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu. Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari kondisi penghuni neraka.

Allah ta’la a’lam.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here