Zikir dengan Jaminan Masuk Surga yang Diajarkan Rasulullah

1
1005

BincangSyariah.Com – Berzikir merupakan amalan yang paling mudah untuk dilakukan, meski terkadang rasa malas membuat kita berat melakukannya. Padahal zikir bisa dipanjatkan dimanapun, dan tidak pula disyaratkan harus suci dari hadas.

Di antara zikir tersebut ada yang dapat menjamin seseorang masuk surga, jika zikir tersebut ia panjatkan dengan hati yang tulus. Ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Sa’id al-Khudri Ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda,

من قال رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد صلى الله عليه وسلم رسولا وجبت له الجنة

Artinya; Barang siapa yang mengucapkan ‘Radhiitu billahi rabbaa wa bil islaami diinaa wa bi muhammadin shallaa allahu ‘alaihi sa sallama rasuulaa’ (Aku rela Allah Swt sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Saw sebagai Rasul) Maka surga merupakan suatu kepastian baginya. (HR. Abu Dawud)

Ibnu Qayyim dalam kitab Madarij al-Salikin, menjelaskan bahwa hadis ini mengandung inti dari pada rukun iman. Ridha Allah sebagai Rabb meangandung makna bahwa ia rela hanya akan menyembah-Nya semata, sadar bahwa hanya Dia tempat bergantung dan meminta pertolongan. Ridha dengan Nabi Muhammad sebagai rasulnya berarti ia rela dan tulus mengikuti ajarannya. Ridha dengan Islam sebagai agamanya berarti ia rela dan ikhlas menjadikan islam sebagai jalan hidupnya.

Setelah hadis di atas, Imam Nawawi mengaitkan sabda Rasul tersebut dengan hadis lainnya. Beliau menyebut riwayat yang terdapat Di dalam kitab Imam Tirmidzi, yang berasal dari sahabat Abdullah Ibnu Busr Ra, berkata,

أن رسلا قال: يا رسول الله إن شرائع الإسلام قد كثرت عليه فأخبرني بشيئ أتشبث به، فقال: لا يزال  لسانك رطبا من ذكر الله تعالى

Baca Juga :  Doa Agar Diberikan Hati yang Bersih

Seorang lelaki mengatakan, “Wahai Rasulullah sesungguhnya syariat-syariat Islam telah banyak atas diriku, maka beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang akan kupegang erat-erat.” Nabi Saw menjawab, “Hendaknya lisanmu selalu basah karena berzikir menyebut Allah Swt.” (HR. Tirmidzi)

Imam Tirmidzi mengatakan, kualitas hadis ini hasan. Lafaz atasyabbatsu mengandung makna atamassaku yakni (zikir) yang bisa aku jadikan sebagai pegangan dan amalan andalanku. Maksudnya adalah zikir yang mudah dipanjatkan kapanpun agar bisa menambal kekurangan ibadah-ibadah wajib yang hilang yang karenanya pahala amalan wajib menjadi tidak sempurna.

Dalam hadis terakhir, Rasul tidak menyebutkan apa zikir yang bisa dijadikan pegangan oleh sahabat tersebut. Beliau hanya menekankan agar ia selalu berzikir hingga bibirnya selalu basah karena menyebut nama Allah dan itu bisa dengan melafalkan zikir apapun.

Jika berharap zikir yang menjamin masuk surga, maka bisa mengamalkan zikir yang diajarkan Rasulullah dalam hadis pertama. Namun jika ingin membuat timbangan amalnya berat, maka bisa dengan melantunkan zikir yang lain seperti dalam artikel berikut ini.

Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here