Tata Cara Menjawab Azan dan Iqamah

1
14531

BincangSyariah.Com – Menjawab suara azan yang sedang dikumanadngkan merupakan kesunnahan yang Rasulullah singgung dalam hadisnya, “Jika kalian mendengar azan, maka ucapkanlah sebagaimana perkataan muazin.” (HR. Bukhari & Muslim)

Berdasarkan hadis di atas, Imam Nawawi dalam al-Adzkar menjelaskan, sunnah hukumnya bagi orang yang mendengar azan, agar berzikir dengan mengucapkan seperti lafal yang dibacakan oleh muazin. Kecuali pada lafal Hayya ‘alal falah, maka orang yang mendengarkannya sunnah mengucapkan

لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah

“Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah”

Atau dalam riwayat lain ketika mendengar lafal Hayya ‘alal falah, Rasulullah menjawab

أللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّالِحِينَ

Allahummaj ‘alkaa minash shaalihiin

“Ya Allah, semoga Engkau jadikan kami termasuk orang-orang beruntung”

Kemudian pada kalimat Ashshalaatu khairum minan nawm pada azan shalat shubuh, maka orang yang mendengarkannya sunnah menjawab dengan

صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ

Shadaqta wa bararta

“Engkau telah berkata dan telah berbuat baik”

Ada juga pendapat ulama yang mengatakan sunnah menjawab dengan: Shaqada rasulullah, dan ada juga yang mengatakan Ashshalaatu khairum minan nawm.

Kemudian, ketika mendengar lafal, Asyhadu anna muhammadar rasuulullah, disunnahkan mengucapkan;

وَأَنأ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللهُ رَضِيْتُ بِاللهِ رَبَّا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَسُولًا وَبِالإِسْلَام ِدِينًا

Wa anaa asyhadu anna muhammadan rasuulullah, radhiitu billahi rabba wa bimuhammadin shallahhu ‘alaihi wa sallama rasuulan wa bil islaami diinaa.

“Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, aku ridha Allah sebagai Tuhanku, dan Muhammad Saw Nabiku, dan Islam agamaku”

Kemudian setelah selesai menjawab kalimat azan, dianjurkan mengikutinya dengan bacaan shalawat nabi, kemudian membaca doa;

اللَّهُمَّ رَبِّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ والصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدِ الْوَسِيْلَةِ وَالفَضِيْلَةِ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Allahumma rabba hadzaihid da’watil taammah, washshalaatil qaaimah, aati muhammadal washiilata wal fadhiilah wab’atshu maqaamam mahmuudaladzii wa’adtah.

“Ya Allah, Tuhan dari seruan yang sempurna, Tuhan dari shalat yang dirikan ini, limpahkanlah kepada Nabi Muhammad kedudukan yang tinggi dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat-tempat terpuji sebagaimana yang Engkau janjikan.”

Cara Menjawab Iqamah

Sedangkan ketika mendengarkan iqamah, juga disunnahkan menjawab seperti yang diucapkan oleh orang yang iqamah. Kecuali ketika Bilal mengumandangkan lafal Qad qaamatish shalah, Nabi Saw menjawab;

أَقَامَهَا اللهُ وَأَدَامَهَا

Aqaamahallahu wa adaamahaa

“Semoga Allah senantiasa menegakkan (shalat dan melanggengkannya.” (HR. Abu Dawud)

Kemudian setelah lafal tersebut, Rasulullah mengucapkan lafal sebagaimana muadzin mengucapkan iqamah. Kemudian setelah selesai iqamah, Abu Hurairah melihat Rasulullah mengucapkan

أللَّهُمَّ رَبِّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاة القَائِمَةِ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآتِهِ سُؤْلَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Allahumma rabbi hadzihid da’watit taammah wash shalaatil qaaimah, shalli ‘alaa muhammadin wa aatihi su’lahu yaumal qiyaamah

“Ya Allah, Tuhan dari seruan yang sempurna, Tuhan dari shalat yang akan didirikan ini limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad dan berikanlah permhonannya di hari kiamat”

 

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here