Setelah Ditraktir Makan, Ini Doa Yang Dibaca Nabi

0
2316

BincangSyariah.Com – Budaya mentraktir sebenarnya adalah cara seseorang agar bisa mengeluarkan sebagian hartanya untuk membahagiakan orang lain. Ia setara dengan hadiah jika itu berupa barang. Pada intinya, keduanya berdampak kepada kebahagiaan orang lain. Dan, keduanya sama-sama dilakukan tanpa ada paksaan.

Rasulullah saw. di masa hidupnya juga pernah “ditraktir”. Kisah ini disebutkan dalam Shahih Muslim. Sumber riwayatnya berasal dari Abdullah bin Busr Ra. Abdullah bin Busr mencoba menceritakan kisah ketika ayahnya mengundang makan Rasulullah saw. ke rumahnya,

نزل رسول الله صلى الله عليه وسلم على أبي، قال: فقربنا إليه طعاماً وَوَطبةً، فأكل منها، ثم أتي بتمر، فكان يأكله ويلقي النوى بين إصبعين، ويجمع السبابة والوسطى، ثم أُتي بشراب فشربه، ثم ناوله الذي عن يمينه، قال: فقال أبي وأخذ بلجام دابته، ادع الله لنا. فقال: ((اللهم بارك لهم في ما رزقتهم، واغفر لهم وارحمهم

Rasulullah saw. suatu hari datang (ke rumah) ayahku. Abdullah bin Busr berkata: Kami lalu menghidangkan makanan dan wathbah (sejenis mangkuk) susu. Kemudian beliau memakannya. Lalu, dihadirkanlah kurma. Lalu, beliau memakannya sambil memegang kurma dengan dicengkeram dua jari (jari tengah dan ibu jari). Kemudian, dihidangkan minuman kepada beliau meminumnya. Rasulullah lalu memakan hidangan yang ada di sisi kananya. Lalu ayahku berkata: “Mohonkan doa kepada Allah untuk kami ya Rasul!” Rasulullah saw. bersabda: “Allahumma Barik Lahum Fiima Razaqtahum, Waghfir Lahum Warhamhum” (Ya Allah, Berkahilah mereka dengan rezeki yang Kau berikan, ampunilah mereka, sayangilah mereka).”

Praktik yang dilakukan di keluarga ayah Abdullah bin Busr ini juga dilakukan di keluarga-keluarga lain. Seperti diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik, Rasulullah saw. pernah diundang makan Sa’d bin ‘Ubadah. Setelah selesai, Rasulullah saw. kembali memuji seraya mendoakannya,

Baca Juga :  Doa Malam "Lailatul Qadar" yang Diajarkan Rasulullah

أفطر عندكم الصائمون وأكل طعامَكم الأبرار وصلَّت عليهم الملائكة

Orang-orang yang berpuasa berbuka di rumahmu. Yang makan adalah orang-orang baik. Malaikatpun senantiasa mendoakan mereka.  

Contoh berikutnya adalah ketika Rasulullah saw. bersama beberapa orang diundang makan Abu al-Haitsam Ibn al-Tayhaan. Kisah ini seperti diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah. Rasulullah saw. lalu berkata kepada orang-orang yang diundang makan, “Beri ganjaran saudaramu ini” Mereka lalu bertanya-tanya, “Bagaimana cara memberikan ganjarannya wahai Rasul ?” Rasulullah saw. menjelaskan,

إن الرجُل إذا دخل بيته فأكل طعامه وشرب شرابه فذلك إثابته

Seseorang ketika dikunjungi rumahnya, dimakan hidangannya, diminum sediaan minumannya, itulah cara memberikan ganjarannya. 

Dari beberapa contoh di atas, kita diberikan pelajaran penting bahwa jika ada seseorang melakukan amal salih (seperti mengajak makan) maka kita juga disunahkan membalasnya dengan cara mendoakan rezekinya semakin baik dan berkah. Lebih baik juga ketika diberi kemampuan lebih kita melakukan hal sebaliknya, mengundang makan. Wallahu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here