Saat Niat Salah Sebutkan Jumlah Rakaat, Apakah Shalat Sah?

0
472

BincangSyariah.Com – Umumnya, kita menyebutkan jumlah rakaat saat kita sedang melafalkan niat dalam hati. Ini banyak kita lakukan karena sudah terbiasa menyebutkan jumlah bilangan rakaat. Meski sudah terbiasa, pada waktu tertentu kita kadang salah menyebutkan jumlah bilangan rakaat ini. Ketika salah menyebutkan jumlah bilangan rakaat shalat, apakah shalat batal?

Sebenarnya, menyebutkan jumlah bilangan rakaat shalat hukumnya adalah sunnah, baik dalam shalat wajib maupun shalat sunnah. Meskipun kita tidak menyebutkan jumlah bilangan rakaat, maka shalat yang kita kerjakan tetap dinilai sah.

Meski demikian, jika kita menyebutkan jumlah bilangan rakaat shalat namun ternyata salah, maka shalatnya dinilai tidak sah. Misalnya, menyebut shalat Dzuhur dengan tiga rakaat atau lima rakaat, Maghrib dengan dua atau empat rakaat, dan lainnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Kifayatul Akhyar berikut;

ولا يشترط التعرض لعدد الركعات ولا للاستقبال على الصحيح نعم لو نوى الظهر خمسا أو ثلاثا لم تنعقد

Dan tidak disyaratkan menyebutkan jumlah rakaat shalat dan menyebutkan menghadap kiblat, menurut pendapat yang shahih. Hanya saja bila ia niat menjalankan shalat Dzuhur lima atau tiga rakaat, maka shalatnya tidak sah.

Juga Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu mengatakan sebagai berikut;

نية استقبال القبلة وعدد الركعات ليس بشرط علي المذهب وبه قطع الجمهور وفيه وجه انه يشترط وهو غلط صريح لكن لو نوى الظهر خمسا أو ثلاثا لا تنعقد صلاته لتقصيره

Niat menyebut menghadap kiblat dan hitungan bilangan rakaat shalat tidak menjadi persyaratan menurut pendapat mazhab. Ini disepakati oleh mayoritas ulama. Memang ada pendapat yang mengatakan bahwa hal itu menjadi persyaratan, namun itu merupakan kesalahan pendapat yang nyata. Akan tetapi, jika seseorang niat shalat Dzuhur lima atau tiga rakaat, maka shalatnya tidak sah karena ia dianggap sembrono.

Baca Juga :  Ingin Selalu Dicintai Allah, Seringlah Baca Doa Ini

Dalam kitab I’anatut Thalibin, Syaikh Abu Bakar Syatha berpendapat serupa. Beliau berkata;

فإن عین عددا او اخطاء فیه عمدا بطلت لانه نوی غیر الواقع

Jika seseorang menentukan bilangan jumlah dan salah dengan sengaja, maka shalatnya batal karena ia berniat tidak sesuai kenyataan shalat yang dikerjakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here