Saat Ragu Kehalalan Makanan, Bacalah Doa Ini Saat Mengonsumsinya

3
1400

BincangSyariah.Com – Di dalam kitab Qami’ut Thughyan disebutkan bahwa jika kita makan di suatu tempat atau di rumah orang lain dan kita ragu akan kehalalan makanan tersebut, maka kita dianjurkan untuk membaca doa yang dibaca oleh Syaikh Sya’rani berikut;

اَللّهُمَّ احْمِنِى مِنَ اْلاَكْلِ مِنْ هذَا الطَّعَامِ الَّذِى دُعِيْتُ اِلَيْهِ، فَاِنْ لَمْ تَحْمِنِى مِنْهُ فَلاَ تَدَعْهُ يُقِيْمُ فِى بَطْنِى وَاِنْ جَعَلْتَهُ يُقِيْمُ فِى بَطْنِى فَاحْمِنِى مِنَ الْوُقُوْعِ فِى الْمَعَاصِى الَّتِى تَنْشَأُ مِنْهُ عَادَةً، فَاِنْ لَمْ تَحْمِنِى مِنَ الْوُقُوْعِ فِى الْمَعَاصِى فَاقْبَلْ اسْتِغْفَارِى وَأَرْضِ عَنِّى أَصْحَابَ التِّبْعَاتِ ، فَاِنْ لَمْ تَقْبَلِ اسْتِغْفَارِى وَلَمْ تُرْضِهِمْ عَنِّى فَصَبِّرْنِى عَلَى الْعَذَابِ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allohummahmini minal akli min hazat tho’amillazi du’itu ilaihi faillam tahmini minhu fala tada’hu yuqimu fi bathni wa in ja’altahu yuqimu fi bathni fahmini minal wuqu-‘i fil ma’ashillati tansya-u minhu ‘adatan faillam tahmini minal wuqu-‘i fil ma’ashi faqbal istighfari wardho ‘anni ashhabat taba’ati faillam taqbal istighfari wa lam turdhihim ‘anni fashobbir ‘alal ‘azabi ya arhamar rohimina.

“Ya Allah, jaga diriku dari memakan makanan ini, yang mana aku diajak untuk memakannya. Jika Engkau tidak berkenan menjagaku darinya, maka jangan biarkan makanan tersebut berada di dalam perutku. Jika Engkau menjadikan makan tersebut ada di dalam perutku, maka jagalah diri ku terjerumus ke dalam kemaksiatan yang biasanya ditimbulkan akibat makanan tersebut. Jika Engkau tidak berkenan menjaga diriku dari terjerumus ke dalam kemaksiatan, maka terimalah istighfarku dan ridailah aku dari para penuntut (pemilik harta). Jika Engkau tidak menerima istighfarku dan tidak meridhaiku, maka sabarkanlah aku atas siksa, wahai Zat yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

3 KOMENTAR

  1. Sujud tilawah dilakukan dengan cara bertakbir,lalu sujud satu kali, kemudian berdiri lagi untuk melanjutkan salatnya.Tetapi apabila seseorang sedang tidak salat,lalu ia mendengar bacaan ayat sajdah maka hendaklah ia bersuci dari hadas dan najis, menutup aurat dan menghadap kiblat, kemudian takbiratul ihram,lalu sujud satu kali, setelah itu duduk dan diakhiri dengan salam.Pada waktu sujud hendaklah membaca doa sebagaimana telah dijelaskan didalam Al-Qur’an.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here