Saat Baca Akhir Surah At-Tin Dianjurkan Menutupnya dengan Bacaan Ini

12
20895

BincangSyariah.Com – Surah at-Tin terdiri atas 8 ayat. Kata at-Tin, yang berarti ‘Buah Tin’, diambil dari ayat pertama. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa mayoritas ulama sepakat bahwa surah ini turun di Makkah sebelum Nabi berhijrah ke Madinah. Tema utamanya adalah uraian tentang manusia dan keniscayaan adanya pembalasan dan ganjaran yang akan mereka terima di Hari Kiamat nanti.

Terdapat keterangan dalam hadis bahwa ketika kita sampai pada akhir surah at-Tin itu disunahkan membaca kalimat berikut, baik dalam keadaan shalat ataupun di luar shalat.

بلى وأنا على ذلك من الشاهدين

Balā wa ana ‘alā dzālika minas syahidin

Iya, benar. Saya menyaksikan bahwa Engkau (Allah) itu Zat yang paling bijaksana.

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم: أنه قال من قرأ والتين والزيتون فقال أليس الله بأحكم الحاكمين فليقل بلى وأنا على ذلك من الشاهدين رواه أبو داود والترمذي

Diriwayatkan dari Abu Hurairah yang mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang membaca surah wat tini waz zaitun, dan sampai ayat alaisallahu bi ahkamil hakimin, bacalaha bala wa ana ‘ala dzalika minas syahidin” (HR Abu Daud dan al-Tirmidzi). Wallahualam

100%

12 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum wr. Wb.
    Mohon maaf. Admin.
    Makna dari arti
    بلى وأنا على ذلك من الشاهدين
    Maknanya masih kurang tepat.
    Terutama kata الشاهدين diatas. Karena kata (كلمة) tersebut berbentuk jamak. Maka dinisbatkan untuk para hamba-Nya. Bukanlah zat Alloh ta’ala yang Maha Tunggal dengan nisbat-Nya biasanya mufrod.
    Jadi jika disambung dengan kata من yang bermakna sebagian dari sebagian. Maka akan tepat jika maknanya adalah “bagian dari orang-orang yang menyaksikan”. Maka menurut hemat saya artinya بلى وأنا على ذلك من الشاهدين adalah :
    “Ya. Benar. Dan saya (beri’tikad) yang termasuk golongan orang-orang yang menjadi saksi atas hal demikian (peristiwa) itu”.
    Jadi makna implisit dari bacaan tsb sebenarnya adalah meng-i’tikadkan diri sendiri tentang kebenaran akan surat ini hingga terciptalah keyakinan mutlak dalam diri akan terjadinya masa penghakiman hingga saatnya tiba dihari penghakiman, maka dengan melafadzkan bacaan i’tikad ini, diharapkan oleh hamba tsb bisa menjadi bukti dan keteguhan iman hamba tsb dihadapan Alloh ta’ala, terutama dihari perhitungan dan pembalasan. Dan surat ini menunjukkan dimana Allah ta’ala sdh memberikan wahyu-Nya, akan tetapi bagi mereka yang tidak beriman pasti akan menyangkal tidak akan pernah ada hari penghakiman. Wa Alloh a’lam bishowaab.
    Wa assalamualaikum wr. Wb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here