Redaksi Kalimat Hamdalah yang Paling Sempurna

0
14691

BincangSyariah.Com –Setiap kita hendak memulai sebuah pekerjaan, kita dianjurkan untuk membaca hamdalah terlebih dahulu. Begitu pula dianjurkan membaca hamdalah ketika kita baru selesai mengerkakannya. Hal ini karena sebuah pekerjaan yang diawali dan diakhiri dengan hamdalah akan mendatangkan keberkahan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

كُلُّ أَمْرٍ ذِى بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِالْحَمْدِ لله أَقْطَعُ

Setiap perkara penting yang tidak dimulai di dalamnya dengan ‘alhamdulillah’, maka berkahnya terputus.

Menurut para ulama, sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar, redaksi kalimat hamdalah adalah berikut;

اَلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئ ُمَزِيْدَهُ

Alhamdulillahi robbil ‘alamin hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi-u mazidahu.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya.

Ini berdasarkan riwayat yang disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar, dari Muhammad bin Nadhar, dia berkata;

قال ادم عليه السلام يارب شغلتنى بكسب يدى فعلمنى شيئا فيه محامع الحمد والتسبيح فأوحى الله اليه يأدم اذا أصبحت فقل ثلاثا واذا أمسيت فقل ثلاثا الحمد لله رب العالمين حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيده فذلك مجامع الحمد والتسبيح

Nabi Adam berkata; ‘Wahai Tuhanku, Engkau sibukkan aku dengan berusaha melalui tanganku, maka ajarilah aku sesuatu yang di dalamnya terhimpun pujian dan tasbih.’ Kemudian Allah memberikan wahyu padanya; ‘Wahai Adam, jika engkau berada di waktu  pagi bacalah tiga kali, dan jika berada di waktu sore bacalah tiga kali ‘Alhamdulillahi robbil ‘alamin hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi-u mazidahu’, itu adalah himpunan pujian dan tasbih.’

Baca Juga :  Bacaan Istighfar Agar Selamat dari Bencana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here