Punya Hajat dan Kebutuhan, Bacalah Penggalan Bait Qasidah Ini Agar Dikabulkan

1
8307

BincangSyariah.Com – Tentu sudah tidak asing lagi bagi kita bahwa ada sebuah buku (alBurdah) yang memuat penggalan-penggalan bait indah berupa sanjungan-sanjungan romantis kepada baginda Nabi Muhammad saw yang ditulis oleh Imam al-Bushiri sebagai bukti kecintaannya terhadap baginda Nabi Muhammad saw. Karena sebagaimana kita ketahui buku ini sering dibaca saat mengadakan Maulid. Di samping itu, bagi sebagian masyarakat Madura buku ini juga dibaca di hadapan orang yang sedang sakit lama dan kritis.

Kita sebagai generasi penerus patut bertanya kenapa buku ini bisa menjadi rujukan dalam pelaksanaan Maulid dan lain sebagainya. Memangnya ada apa di balik penggalan-penggalan bait yang telah dikarang oleh Imam al-Bushiri yang konon pada saat mengarang dan menulisnya dilakukan pada saat beliau sedang sakit lumpuh. Adakah fakta-fakta dan keistimewaan yang disampaikan oleh ulama sebagai bukti yang menunjukkan akan kehebatan buku ini?

Habib Muhammad bin Alawi al-Idrus (Habib Sa’ad) menjelaskan dalam bukunya al-Fawaid al-Mujarrabah li Qadhai al-Hajat al-Muhimmah wa al-Sari’ah halaman 19 tentang keistimewaan penggalan bait Qasidah Imam Al-Bushiri yang sering kita baca dalam setiap mengadakan Maulid dan bagi orang-orang Madura juga dibacakan di hadapan orang yang sedang sakit kritis, sebagai berikut:

قال الإمام البوصيري في قصيدته ” البردة المباركة”

Imam al-Bushiri dalam penggalan Qasidahnya “al-Burdah al-Mubarakah”:

هو الحبيب الذي ترجى شفاعته # لكل هول من الأهوال متقتحم


Huwal habibul ladzi turja syafa’atuhu # li kulli haulim minal ahwali muqtahami

“Dialah (Nabi Muhammad SAW) sang kekasih yang syafaatnya dinanti senantiasa – (Dalam menghadapi) segala derita dan petaka yang menerpa.” 

قال الشيخ عبد السلام رحمه الله : خاصية هذا البيت: من كانت له حاجة دنيوية أو أخروية فليقرأه في المجلس الواحد ألفا وواحدة (1001 ) مرة فإن الله يقبل منه ويقضي حاجته بلا تخلف إن شاء الله. 

“Syaikh Abdu al-Salam: Keistimewaan penggalan Qasidah ini adalah bagi seseorang yang punya kebutuhan dan keinginan baik duniawi atapun ukhrawi kemudian ia membaca penggalan bait Qasidah ini sebanyak 1001 kali dalam satu majlis dan satu kali duduk maka Allah akan menerima dan mengabulkan kebutuhannya.”

Penjelasan habib Muhammad bin Alawi al-Idrus ( Habib Sa’ad) dalam bukunya di atas menjadi bukti bagi kita bahwa buku ini sangatlah istimewa. Betapa tidak, penggalan baitnya saja yang sudah disebutkan di atas bisa menjadi bacaan yang mujarab untuk mewujudkan hajat dan kebutuhan keinginan seseorang.

Di samping itu, penggalan bait syair beliau ini tertulis di sebuah gembok pintu makam Nabi Muhammad saw. Hal itu baru terungkap bersamaan dengan momemtum maulid Nabi Muhammad saw dan jutaan umat Islam di seluruh penjuru dunia merayakannya. Pintu ini berada di timur makam, tepatnya berada di bagian rumahnya Sayyidah Fathimah radhiyallahu anha, sehingga pintu ini juga dinamakan Pintu Sayyidah Fathimah radhiyallahu ‘anha. Coba perhatikan dengan saksama gambar foto tersebut. Tampak pintu makam Nabi dikunci dengan sebuah gembok yang bertuliskan kaligrafi Arab. Wallahualam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here