Pesan dan Doa Grand Syaikh Al-Azhar terkait Virus Corona

0
1405

BincangSyariah.Com – Grand Syaikh Al-Azhar, pada hari minggu yang lalu menyampaikan pesan tentang virus Corona yang disiarkan langsung di televisi Mesir. Dalam video sepanjang kurang lebih 7 menit tersebut, seperti yang diunggah kembali dalam fanpage resmi Al-Azhar, beliau menandaskan sudah menjadi kewajiban bagi semua orang untuk mengambil peran dalam mengatasi penyebaran Covid-19 ini demi melindungi umat manusia dari bahaya.

Salah satu cara adalah dengan menaati standar-standar kesehatan dan aturan pemerintah yang terkait. Dan, menyebarkan berita yang tidak benar sehingga membuat masyarakat menjadi tidak mengetahui kebijakan yang sesungguhnya dari negara, haram hukumnya.
Berikut ini isi pidato lengkapnya yang saya coba terjemahkan,

Pesan Grand Syaikh untuk Dunia terkait Virus Corona

Kita sama-sama mengetahui bahwa dunia hari ini sedang dilanda kekhawatiran dan bencana yang parah akibat begitu cepatnya penyebaran virus Corona ini. Virus yang telah menjangkiti ratusan ribu orang dan membuat ribuan umat manusia kehilangan nyawa. Corona juga telah mengguncang keseharian aktivitas manusia di berbagai dunia setelah aneka kegiatan terhenti.

Pertama, dalam kondisi yang sulit tersebut, wajib bagi kita baik pihak negara, bangsa, individu, lembaga hingga institusi untuk memikul bersama tanggung jawab ini dan mengambil perannya untuk melawan virus ini untuk melindung umat manusia dari bahayanya.

Kedua, kita wajib untuk mengenang dengan rasa bangga, apresiatif serta menghargai pengorbanan yang begitu besar dari para dokter, perawat, dan semua petugas kesehatan. Merekalah yang menerjang bahaya ini dengan sepenuh jiwa dan raga untuk menghadapi wabah yang mengancam umat manusia ini.

Ketiga, Usaha-usaha luar biasa yang dilakukan pihak terkait untuk menghalau virus, membangkitkan harapan bahwa kita mampu untuk menghindar bahkan terbebas dari Covid-19. Namun berhasilnya kita dalam perang melawan virus ini bergantung sekali utamanya pada tekad kita untuk sama-sama memegang tanggung jawab ini secara tegas tanpa kompromi, malas, atau semangat yang mengendur.

Baca Juga :  Optimisme dan Solidaritas Nabi Menghadapi Penyakit Menular

Keempat, saya, dalam posisinya sebagai penanggung jawab di Al-Azhar, berdasarkan sejumlah kaidah fikih, “Dar’u al-Mafasid Muqaddamun ‘ala Jalbi al-Mashalih” (menolak kerusakan lebih didahukukan dibandingkan mengejar kemaslahatan), dan “Yuzaalu ad-Dhoror al-Akbar min ad-Dhoror al-Ashghor” (mudarat yang lebih besar hilang bersama dengan mudarat yang lebih kecil).

Berangkat dari kaidah tersebut, saya tegaskan bahwa menuruti panduan kesehatan dan pemerintah yang dikeluarkan pihak otoritatif dan resmi, diantaranya adalah setiap orang terus menjaga kebersihan, melakukan social distanding, serta melaksanakan shalat lima waktu tepat waktu di rumah masing-masing tanpa berjamaah.

Semua panduan tadi dan lainnya – baik di Mesir atau di negara mana saja yang masih ada pelaksanaan shalat – adalah kewajiban syariat. Melaksanakannya hukumnya wajib dan berdosa yang meninggalkannya. Orang yang tidak melakukan tadi maka sama dengan tidak mengamalkan ayat Al-Qur’an,

“ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة”

“dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (al-Baqarah: 195)

Kelima, Dalam kondisi seperti ini haram membentuk dan menyebarkan berita-berita yang tidak bertanggungjawab kemudian menyebabkan keserahan dan ketakutan bagi masyarakat, lalu masyarakat kehilangan kepercayaan mereka terhadap langkah-langkah yang dijalankan pemerintah untuk melindungi negara dan rakyat.

Keenam, pesan saya kepada saudara-saudara yang terinfeksi virus Corona di Mesir dan di seluruh dunia, kalian bersama kami dalam hati dan doa-doa kami. Sejatinya kami terus berdoa dan memohon kepada-Nya agar memberikan kesembuhan untuk semuanya sesegera mungkin. Kemudian, semoga Allah senantiasa merahmati mereka yang meninggalkan dunia ini akibat menderita virus ini. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan menerima takdir ini.

Ketujuh, tidak lupa saya juga menyampaikan solidaritas Al-Azhar kepada semua negara dan warga dunia yang saat ini sedang berjuang menghadapi penyebaran wabah ini. Saya tegaskan bahwa memberikan uluran tangan dan bantuan bagi yang mampu kepada yang sedang membutuhkan di pelosok bumi manapun adalah kewajiban agama dan kemanusiaan. Bahkan ia merupakan bentuk praktik nyata dari persaudaraan kemanusiaan yang sedang lewat krisis ini, menjadi ujian yang nyata untuk menyingkap sejauh mana ketulusan dan konsistensi terhadap nilai-nilai persaudaraan yang luhur.

Baca Juga :  Jaga Kesehatan dan Kebersihan; Dua Kunci Ajaran Islam Menangkal Covid-19

Kedelapan, Nasihat saya untuk menyelesaikan kedukaan ini adalah kita menuruti mengambil langkah-langkah preventif dan cara-cara medis dan ilmiah, dimana syariat memerintahkan kita untuk mengikutinya dalam persoalan ini; Kemudian mari kita memperbanyak sedekah; Dan orang-orang beriman kepada Allah hendaknya bersimpuh kepada-Nya dengan memperbanyak shalat dan berdoa semoga Allah memberi jalan keluar untuk krisis ini untuk seluruh hamba-Nya. Kemudian semoga Allah menganugerahi pengetahuan kepada para ilmuwan dan peneliti agar segera menemukan vaksin dari virus yang berbahaya ini. Karena hakikat-Nya, Allah Ta’ala yang mengendalikan dan menguasai ini semua.

اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا يا أرحم الراحمين

“Ya Allah, jangan Engkau menjadi menguasai kami, disebabkan oleh dosa-dosa diantara kami yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mengasihi kami, O Allah Yang Maha Pengasih.”

اللهم يا حنان يا منان، يا قديم الإحسان يا رحمان الدنيا والآخرة ورحيمهما يا أرحم الراحمين

“Ya Allah, Yang Maha Pemberi, Yang Maha Mengkaruniakan, Yang Maha Qadim Kebaikan-Nya, Wahai Yang Maha Pengasih di Dunia dan Akhirat juga Maha Penyayang dari Seluruh Penyayang.”

ويا ظهر اللاجئين ويا جار المستجيرين ويا أمان الخائفين ويا غياث المستغيثين يا كاشف الضر ويا دافع البلوى نسألك أن تكشف عنّا من البلاء ما نعلم، وما لا نعلم، وما أنت به أعلم إنك أنت الأعزّ الأكرم

“Wahai Sandaran mereka yang bersimpuh, Pelindung mereka yang memohon perlindungan, Pelindung mereka yang merasa takut, Penolong mereka yang memohon-mohon pertolongan, Pemberi jalan keluar dari keburukan, Penolak musibah, kami memohon kepada-Mu agar Engkau memberi jalan keluar kami dari musibah yang kami ketahui dan tidak. Hanya Engkau yang kami ketahui (Maha Menolong) sesungguhnya Engkau yang Paling Perkasa lagi Paling Mulia.”

وصلى الله على سيّدنا محمّد وعلى آله صحبه وسلم

Baca Juga :  Himbauan Ulama agar Perlakukan Jenazah Corona dengan Hormat

“Dan Allah senantiasa bershalawat dan mengucap salam kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan sahabatnya”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here