Niat Ketika Hendak Menghadiri Haul Ulama

1
9

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Al-Niyyat, Sayid Muhammad bin Alawi bin Umar Al-Idrus menyebutkan bahwa jika kita hendak menghadiri haul ulama, atau hendak menghadiri acara peringatan kematian seseorang, seperti tahlil, 40 hari kematian, dan lainnya, maka niat kita perlu niat. Adapun cara niat menghadiri haul ulama, atau acara takziah kematian lainnya adalah sebagai berikut;

نَوَيْتُ زِيَارَةَ اْلقُبُوْرِ وَاتِّبَاعِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَتَكْثِيْرِ سَوَادِ اَهْلِ الحَقِّ وَاتِّبَاعِ السَّلَفِ الصَّالِحِ وَالِاجْتِمَاعِ عَلَى الخَيْرِ وَمُشَارَكَةَ الحَاضِرِيْنَ الدُّعَاءَ وَالتَّعَرُّفَ عَلَى اْلاِخْوَانِ وَاَنْ يَنَالَ نَفْحَةً مِنَ الله عَزَّ وَجَلَّ

Nawaitu ziyaarotal qubuuri wattibaa’in nabiyyi shollallaahu ‘alaihi wa sallama wa taktsiiri sawaadi ahlil haqqi wattibaa’is salafish shoolihi wal ijtimaa’i ‘alal khoiri wa musyaarokatil haadhirrinad du’aa-a watta’arrufa ‘alal ikhwaani wa ayyanaala nafhatam minallaahi ‘azza wa jalla.

Artinya:

Aku berniat untuk ziarah kubur, mengikuti sunnah Nabi Saw, memperbanyak kumpulan orang-orang yang berada dalam kebenaran, mengikuti jejak para ulama salaf yang shaleh, berkumpul dalam kebaikan, dan bergabung dengan orang-orang yang hadir untuk berdoa, mengenal saudara (sesama muslim), dan agar mendapatkan karunia dari Allah ‘Azza Wa Jalla.

Zikir Ziarah Kubur Saat Hadiri Haul Ulama Atau Kerabat

Ziarah kubur itu diperbolehkan, bahkan disunahkan, karena dapat mengingatkan pada kematian. Sebagaimana hadis Rasulullah saw., “dari Anas bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Aku dulu pernah melarang berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena sesungguhnya ia dapat mengingatkan kalian akan kematian.” (HR. Ahmad dan al Hakim).

Adapun ziarah kubur menjelang Ramadan merupakan tradisi saja di sebagian kalangan umat Muslim, khususnya di Indonesia. Karena mengunjungi sanak saudara baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal tidak dibatasi waktunya.

Pada saat ziarah kubur dianjurkan memperbanyak zikir dan doa. Di antara zikir dan doa yang dibaca sebagai berikut:

Pertama, membaca istigfar tiga kali.

Kedua, membaca surat al-Fatihah.

Ketiga, Membaca surat al-Ikhlas tiga kali.

Keempat, membaca surat al-Falaq.

Kelima, membaca surat al-Nas.

Keenam, melafalkan kalimat tahlil tiga puluh tiga kali.

Ketujuh, membaca doa. Di antara doa yang bisa dibaca pada saat ziarah kubur adalah doa yang sering dibaca saat salat jenazah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.  Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.

Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim)

Demikianlah bacaan zikir dan doa yang bisa dibaca ketika ziarah kubur.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here