Nabi Saw Pernah Berdoa Minta Miskin, Apa yang Dimaksud Beliau

3
6841

BincangSyariah.Com – Sepertinya aneh kalau kita berdoa agar menjadi orang miskin. Yang selalu menjadi sorotan dan yang kita cari-cari minta kaya, cara agar menjadi kaya, zikir untuk kaya. Uniknya konon Rasulullah pernah berdoa agar menjadi bagian dari orang miskin. Dalam sunan al-Tirmizi Rasulullah membaca doa sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا ، وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا ، وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan bangkitkanlah aku pada hari kiamat bersama orang-orang miskin.

Mungkin doa ini tidak populer bagi sebagian kita. Tapi sebelum kita membahas lebih jauh maksud hadis ini, ada baiknya kita menganalisa terlebih dahulu bagaimana kualitasnya. Imam al-Tirmizi mengatakan bahwa hadis ini gharib. Banyak ulama mengatakan bahwa hadis ini dhaif, di antaranya Abdullah ibn Baz mendhaifkan hadis ini. Itu artinya secara sanad hadis ini tidak benar dari Rasulullah Saw.

Dilihat dari sisi lain, hadis ini bertentangan dengan hadis lain.

كاد الفقر أن يكون كفرًا وكاد الحسد أن يغلب القدر

Hampir saja kekemiskinan membuat orang kafir dan hampir kedengkian itu mendahului takdir Allah.

Lantas apa makna miskin yang tercantum dalam hadis di atas. Miskin di sana bukanlah sedikitnya harta. Ibnu Taimiyah mengatakan makna miskin tersebut adalah khusyuk dan tawadhu. Hal senada juga dikatakan oleh Ibnu Jauzi, dia menambahkan satu makna miskin di sana yaitu kelembutan hadis dan kesabaran.

Dari penjelasan di atas setidaknya ada dua yang dapat kita ambil. Pertama, doa meminta miskin tidak memiliki dasar hokum yang kuat. Sehingga kita tidak dapat mengatakan itu adalah doa Nabi Saw dan baiknya untuk tidak diamalkan. Walaupun dalam hal ini kalau diamalkan juga hukumnya tidak haram.

Baca Juga :  Doa Nabi Setelah Membaca Kalimat Tahlil

Kedua, menjadi miskin bukan sebuah kekurangan, tapi itu adalah bagian dari takdir Allah yang mesti disyukuri. Miskin bukan berarti tidak bisa beribadah dengan baik.

Wallahu a’lam.

3 KOMENTAR

  1. Yang salah paham penulisnya..dia meragukan ke mulian Rosulullah…hadist tersebut diatas sangatlah kuat dan didukung oleh hadist2 yang lain yang mengisahkan hidup rosulullah yang kadang2 tidak ada yang di makan tidak pernah menyimpan uang sedirhampun didalam rumah dan banyak lagi hadist yang menceeitakan kemiskinan rosulullah

  2. Yg dikatakan miskin itu adalah perbuatan rliyaksombong iri dengki hasut dll.contoh misalnya dekatkanlah aku dengan orang yg miskin kesombongan miskin iri dengki hasud dsb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here