Munajat Imam Syadzili Mengenai Kebaikan dan Keburukan

0
703

BincangSyariah.Com – Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita pasti melakukan kebaikan dan keburukan atau dosa sekaligus. Ini bagian dari fitrah kita sebagai manusia. Namun demikian, jika kita berbuat kebaikan, maka kita memohon kepada Allah agar kebaikan itu dicintai oleh-Nya sehingga diterima. Begitu juga ketika kita melakukan keburukan, maka kita memohon kepada-Nya agar keburukan itu dicintai sehingga diampuni.

Ini telah dicontohkan dalam munajat Imam Syadzili, sebagaimana disebutkan dalam kitab Syarh Hikam Al-Athaiyah berikut;

اللهُمَّ اجْعَلْ سَيّئَاتِنَا سَيِّئَاتِ مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَا تَجْعَلْ حَسَنَاتِنَا حَسَنَاتِ مَن أَبْغَضْتَ فَالْإِحْسِانُ لَا يَنْفَعُ مَعَ الْبُغْضِ مِنْكَ وَاْلإِسَاءَةُ لَا تَضُرُّ مَعَ الْحُبِّ مِنْكَ

Allohumma laa taj’al sayyiaatina sayyiaati man ahbabta wa laa taj’al hasanaatina hasanaati man aghdhabta fal ihsaanu la yanfa’u ma’al bughdhi minka wal isaa-atu laa tadhurru ma’al hubbi minka.

Ya Allah, jadikanlah kejelekan-kejelekan kami ini sebagai kejelekan orang yang Engkau cintai, dan janganlah jadikan kebaikan kami ini sebagai kebaikan orang yang Engkau murkai, karena sesungguhnya kebaikan itu tidak ada manfaatnya jika disertai dengan kemurkaan-Mu, dan kejelekan itu tidak ada kemadhorotanya jika disertai dengan kecintaan-Mu.

 

Baca Juga :  Menuju Nikmat Munajat dengan Sikap Moderat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here