Menangis Saat Shalat karena Membaca Al-Quran, Apakah Shalat Batal?

0
276

BincangSyariah.Com – Saat ini sering kita jumpai seorang imam shalat berjemaah menangis karena membaca ayat-ayat Al-Quran. Ia kadang terbata-bata dan tidak kuasa untuk melanjutkan bacaan Al-Qurannya karena sangat menghayati isi ayat yang dibacanya. Sebagian orang beranggapan bahwa menangis dalam shalat, meskipun karena membaca Al-Quran, sebaiknya dihindari karena akan menyebabkan shalat batal. Benarkah menangis dalam shalat akan menyebabkan shalat batal?

Mengenai masalah ini, para ulama berbeda pendapat. Setidaknya, ada dua pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama, jika dari tangisan tersebut muncul dua huruf hijaiyah atau lebih, maka shalatnya batal. Jika tangisan tersebut tidak mengeluarkan dua huruf hijaiyah atau lebih, maka shalatnya tidak batal, meskipun tangisan tersebut karena takut akhirat atau karena membaca Al-Quran.

Hal ini karena tangisan dianggap bagian dari jenis perkataan, sehingga jika muncul dua huruf hijaiyah atau lebih darinya, maka menyebabkan shalat menjadi batal. Ini pendapat ulama Syafiiyah yang paling shahih.

Kedua, menangis dalam shalat tidak menyebabkan shalat batal, meskipun dari tangisan tersebut muncul dua huruf hijaiyah atau lebih. Hal ini karena tangisan tidak dinilai sebagai bagian dari jenis perkataan.

Selain itu, terdapat hadis yang menyebutkan bahwa Nabi Saw pernah menangis dalam shalat. Disebutkan dalam hadis riwayat Abu Daud dari Abdullah bin Al-Syikhkhir, dia berkata;

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى وَفِى صَدْرِهِ أَزِيزٌ كَأَزِيزِ الرَّحَى مِنَ الْبُكَاءِ

Aku pernah melihat Rasulullah Saw shalat dan dari dadanya keluar rintihan seperti air mendidih karena menangis.

Kedua pendapat ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Hasyiyatul Qalyubi wa ‘Umairah berikut;

والأصح أن التنحنح والضحك والبكاء والأنين والنفخ إن ظهر به أي بكل مما ذكر حرفان بطلت وإلا فلا تبطل به ، والثاني لا تبطل به مطلقا لأنه ليس من جنس الكلام

Baca Juga :  Doa Setelah Membaca Surah Al-Dhuha

Menurut qaul ashah (pendapat yang paling benar) bahwa berdehem, tertawa, menangis, merintih, dan meniup, ketika tampak dari perbuatan tersebut dua huruf, maka dapat membatalkan shalat; jika tidak tampak, maka shalat tetap sah (tidak batal). Pendapat kedua berpandangan bahwa hal-hal tersebut tidak membatalkan shalat secara mutlak, sebab bukan merupakan bagian dari jenis perkataan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here