Memasuki Akhir Tahun, Ini Doa yang Dapat Dibaca

0
1758

BincangSyariah.Com – Pergantian tahun seyogyanya tidak diisi dengan kegiatan yang menjauhkan kita dari perintah Allah. Karena, kita harus sadar bahwa manusia tugasnya di alam semesta adalah beribadah kepada-Nya. Manusia bukan hanya sekadar menuruti hawa nafsunya belaka.

Memang jika kita hanya menengok pada basis riwayat dari hadis-hadis Nabi, maka kita tidak mengetahui ada doa yang secara khusus dibaca Nabi saw. ketika memasuki akhir tahun dan awal tahun baru, termasuk tahun baru Hijriyah. Karena itu, sebagian ulama menilai tidak perlu membaca doa akhir dan awal tahun tersebut karena dianggap tidak ada tuntunannya dari Rasulullah saw. Namun, yang perlu kita sadari adalah model penanggalan apapun baik Hijriyah (penanggalan berbasis bulan/lunar) maupun Masehi (berbasis matahari), di dalamnya ada fenomena kekuasaan Tuhan berupa peredaran ciptaanNya yang kembali pada titik awal perputaran porosnya. Kembalinya ke awal anggota dari tata surya kita, adalah bagian dari fenomena kekuasaanNya yang bisa dijadikan momentum bersyukur dan tafakur atas kemahakuasaan-Nya.

Inilah yang membuat membaca doa ini tidak terlarang sama sekali. Karena, pada prinsipnya berdoa adalah ibadah yang dianjurkan apalagi untuk bertujuan muhasabah (merenung) dan tafakkur (berpikir) agar bisa melakukan hal yang lebih baik di masa yang akan datang. Diantara doa yang bisa dibaca adalah doa di akhir tahun dan awal tahun.

Kalimat Doa Akhir Tahun

Berikut ini adalah kalimat doa akhir tahun yang dikutip dari kitab Maslaku al-Akhyar karya Habib Usman bin Yahya al-‘Alawi, atau yang dikenal sebagai Mufti Betawi di abad ke-20.

اللهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ عَنْهُ، وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلى عُقُوْبَتِيْ، وَدعَوْتَنِيْ إِلى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلى مَعْصِيَّتِكَ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ. وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ أَللهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ والْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلُهُ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ، وَصَلّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Ya Allah, apa yang kulakukan di tahun berupa yang Engkau larang, aku belum bertobat darinya. Dan Engkau (tentu) tidak meridhai perbuatan itu lagi dan tidak (akan) melupakannya. (Namun) Engkau begitu lembut meski Engkau mampu membalas perilaku aku. Engkau mengajak aku untuk bertobat setelah aku larut dalam perbuat maksiat kepada-Mu. Maka, sungguh, aku memohon ampunan-Mu, ampunilah Aku. Dan, apa yang aku lakukan di tahun ini yang Engkau ridhai dan janjikan ganjaran padanya, maka aku bermohon pada-Mu Ya Allah Yang Maha Mulia, Yang Maha Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, untuk menerima amalku, dan tidak memupuskan harapanku pada-Mu. Dan Allah senantiasa berselawat dan memohon selamat kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., keluarganya dan para sahabatnya.”

Baca Juga :  Ini Doa yang Penting Dibaca di Kala Anda Merasa Sedih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here