Macam-macam Doa Iftitah dalam Hadis Nabi

0
14703

BincangSyariah.Com – Doa iftitah merupakan doa yang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat al-Fatihah dalam shalat. Karenanya doa tersebut disebut pula doa iftitah atau doa pembukaan. Dalam hadis Nabi terdapat bermacam-macam doa iftitah yang diajarkan beliau, di antaranya;

Pertama, doa iftitah yang diriwayatkan dari Abu Hurairah. Nabi membaca doa tersebut dalam shalat fardhu

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’id bainal masyriqi wal maghribi, allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqast staubul abyadhu minad danasi, Allahumaghsil khataayaaya bil maa’i wastalji wal bardi.

Artinya; Wahai Allah jauhkankanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju butih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin. (HR. Bukhari&Muslim)

Kedua, doa iftitah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, Rasul membacanya dalam shalat sunah dan fardhu

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ ، وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ

Subhaanaka allahumma wa bihamdika, wa tabaarak ismuka wa ta’aalaa hubbuka wa laa ilaaha ghairuka

Artinya; Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. (HR. Abu Daud&Tirmizi)

Ketiga, doa iftitah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib ra, doa ini pernah Rasul baca pada saat shalat malam serta dianjurkan pula dalam shalat fardhu

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ، إِنَّ صَلَاتِي ، وَنُسُكِي ، وَمَحْيَايَ ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي ، وَأَنَا عَبْدُكَ ، ظَلَمْتُ نَفْسِي ، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا ، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Baca Juga :  Doa Setelah Salat Sunah Qabliyah Subuh

Allahuakbar wajahtu wajhiya lilladzii fathorossama waa ti wal ardho hanii famuslimau wamaa ana minal musrikin, inna sholati wanusuki wamahyaya wa mamaatii lillahirobbil ‘alamiina laa syarikalahu wabidza lika umirtu wa anaa awwalulmuslimiin, allahumma antal maliku laa ilaa hailla anta rabbii wa ana ‘abduka, dzalamtu nafsii wa’taraftu bidzanbii, faghfirlii dzunuubii jamii’an innahu laa yaghfirudz dzunuba illaa anta, wahdinii liahsanil akhlaq laa yahdii liahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyiatihaa laa yashrifu ‘annii sayyi’atiha illa anta, labbaika wa sa’dayka wal khair kulluhu fii yadik, wasy syarru laisa ilaika anaa bika wa ilaika tabarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atubu ilaika

Artinya: Saya hadapkan wajahku pada Dzat yang Maha Menciptakan langit serta bumi sebagai seorang muslim yang ikhlas dan aku bukanlah termasuk dari golongan orang-orang musyrik. Sungguh shalatku dan sembelihanku dan hidupku serta matiku, hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tiada sekutu untuk-Nya. Oleh sebab itu saya patuh pada perintah-perinyah Nya, dan saya termasuk dari golongan orang-orang yang aku berserah diri. Ya Rabb, Engkaulah Dzat yang Maha Penguasa. Tiada Tuhan selain engkau Tuhanku, dan aku hamba-Mu, aku telah zalim dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah semua dosaku karena sesungguhnya tidak ada yang mampu memberi ampun kecuali Engkau, jauhkan dariku keburukan karena tidak ada yang mempu menjauhkannya kecuali Engkau,semua kebahagiaan dan kebaikan semua berada pada tanganMu dan keburukan bukan karena-Mu, hanya pada-Mu aku berharap dan berserah, Maha Baik dan Maha Mulia Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat pada-Mu (HR. Muslim&Nasai)

Keempat, doa iftitah dalam riwayat Aisyah ra di mana Rasul membacanya saat shalat malam namun tetap dianjurkan dibaca dalam shalat fardhu

اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ ، وَمِيكَائِيلَ ، وَإِسْرَافِيلَ ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ ، فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Alahumma robba jabraa illa, wa minkaa ila, wa isroo fiila , fathirossamaa wa ti wal ardi, ‘alimal ghoibi wasyahaa daa ti, anta tahkumu baina ‘abaa dika fii maa kaa nuu man tasyaa u ilaa shiroo thi mustaqiimi.

Artinya : ” Ya Allah, Tuhannya malaikat Jibril, Malaikat Mikail, dan Malaikat Israfil. Yang menciptakan langit serta bumi. Yang maha mengetahui sesuatau yang ghaib dan juga yang nampak. Engkaulah hakim di antara hamba-hamba-Mu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Berilah petunjukmu padaku akan kebenaran mengenai apa yang diperselisihkan, dengan izin-Mu. Sungguh Engkaulah Dzat yang maha memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, untuk siapa saja yang Engkau kehendaki”. (HR. Muslim)

Baca Juga :  Lima Syarat Kesunnahan Membaca Doa Iftitah

Kelima, doa iftitiah dalam riwayat Ibnu Abbas di mana Rasul membacanya saat shalat malam, dianjurkan membacanya pula dalam shalat wajib

اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ ، أَنْتَ الحَقُّ ، وَوَعْدُكَ الحَقُّ ، وَقَوْلُكَ الحَقُّ ، وَلِقَاؤُكَ الحَقُّ ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ ، وَالنَّارُ حَقٌّ ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ ، وَبِكَ آمَنْتُ ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ ، وَبِكَ خَاصَمْتُ ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ ، أَنْتَ إِلَهِي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma laka hamdu anta qoyyimusama waa ti wal ardhi, walaka hamdu laka mulkussamawaa ti wal ardhi, walaka hamdu anta nuurussamawaa ti wal ardhi, walaka hamdu anta malikussamawaati wal ardhi wamanfihinna, anta haqqu wa wa’duka haqu, waqauluka haqu, wa liqaauka haqu, wal jannatu haqu, wannaaru haqu, wannabiyyuna haqu, wassa ‘atu haqu, allahumma laka aslamtu, wabika aa mantu, wa ‘alaika tawa kaltu, wa ilaika anabtu, wabika ghoshamtu, wa ilaika haa kamtu, faghfirlii maa qaddamtu wamaa aghortu, wamaa asrortu wamaa a’lantu, anta ilaahii, laa ilaha illa anta.

Artinya:“Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkau adalah pemelihara langit serta bumi. Segala puji bagi-Mu. Engkau adalah Dzat yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Segala puji bagi-Mu. Engkau adalah cahaya untuk langit dan bumi. Segala puji bagi-Mu. Engkau adalah Raja langit serta bumi dan juga Raja untuk siapa saja yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu. Engkau Maha Benar. Janji-Mu pastilah benar, firman-Mu pastilah benar, pertemuan dengan-Mu pastilah benar, surga itu benar , neraka itu juga benar, para nabi itu membawa kebenaran, dan hari kiamat itu benar.

Ya Allah, hanya kepada Engkau aku berserah diri.Kepada Engkaulah aku beriman. Kepada Engkaulah aku bertawakal. Kepada Engkaulah aku bertaubat. Kepada Engkaulah aku mengadu. Dan hanya kepada Engkaulah aku berhukum. Oleh sebab itu ampunilah dosaku yang telah hamba lakukan atau yang belum hamba lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan atau yang aku nampakkan. Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau”.(HR. Bukhari&Muslim)

Keenam, doa iftitah dalam riwayat Anas bin Malik bahwa suatu ketika ada seorang lelaki masuk shaf dengan nafas memburu, kemudian membaca iftitah berikut ini

Baca Juga :  Salawat Imam Syafii

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Alhamdulillah hamdan kastiran thayyiban mubarakan fiihi

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah di dalamnya.

Ketika usai shalat, Rasul bertanya siapa yang membaca kalimat tersebut, kemudian berkata, “sungguh aku melihat ada dua belas malaikat berebut mencatatnya.”(HR. MUslim & Nasai)

Ketujuh, doa berikut diriwayatkan oleh Ibnu Umar ketika beliau shalat bersama Nabi bersama para sahabat lainnya ada seseorang yang membaca doa iftitiah berikut

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allahuakbaru kabira, walhamdulillahikatsira, wasubhaa nallahibukra ta wa ashilaa.

Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesarannya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik di waktu pagi dan petang.

Usai shalat jamaah, Rasul bertanya siapakah yang membaca doa iftitah dengan redaksi tersebut, dan berkata “Aku kaget, sungguh langit telah terbuka karena doa tersebut dipanjatkan.” (HR.Muslim)

Kedelapan, Aisyah menjelaskan bahwa sebelum membaca doa iftitah di bawah ini dalam shalat malam, Rasulullah terlebih dalu membaca takbir 10x, tahmid 10x, tasbih 10x, tahlil 10x dan istighfar 10x, kemudian membaca doa berikut

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَاهْدِنِي ، وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ ضِيقِ الْمَقَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Allahummaghfirlii wahdinii warzuqnii wa’aafinii a’uzu billahi min dhiiqil maqaam yaumal qiyamah

Artinya; Yallah ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah rejeki padaku dan maafkanlah aku, Aku berlindung dengan nama Allah dari sempit tempat pada hari kiamat. (HR Muslim&Nasai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here