Lebih Utama Mana, Berzikir dalam Hati Saja atau Bersamaan Hati dan Lisan?

1
2410

BincangSyariah.Com – Lebih utama mana, berzikir dalam hati saja atau didawamkan di dalam hati namun secara bersamaan menyebutnya dalam ucapan dengan lisan ? al-Imam Ibn Hajar al-Haitami, ulama besar dalam mazhab Syafi’i, guru dari penulis kitab Fath al-Mu’in karya Syaikh Zainuddin al-Malibari pernah ditanya persoalan yang sama. Pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan ke beliau dikumpulkan dalam satu kitab bernama al-Fatawa al-Haditsiyah. Pada pertanyaan ini, pertanyaannya disertai dengan argumen mengutip pendapat Imam An-Nawawi yang mengatakan bahwa berzikir dengan lisan yang disertai hati yang sadar (al-hudhur) akan Allah, lebih utama dibandingkan dengan zikir dalam hati saja.

Al-Imam Ibn Hajar al-Haitami kemudian menjawab persoalan ini, bahwa berzikir dalam hati saja, jika zikir itu ternyata bernilai ibadah ketika dilafazkan, maka membacanya di dalam hati menjadi tidak memiliki nilai ibadah. Namun, nilai keutamaan ibadah tetap ada, dari sisi menghadirkan makna zikir itu yaitu meneguhkan kekuasaan Allah dan mengagungkan-Nya di dalam hati. Beliau kemudian melanjutkan,

وبهذا يجمع  بين قول النووي المذكور وقولم ذكر القلب لا ثواب فيه فمن نفى عنه الثواب أراد من حيث لفظه، ومن أثبت فيه ثوابا أراد من حيث حضوره بقلبه كما ذكرناهـ فتأمل ذلك فإنه مهم. ولا فرق في جميع ذلك بين المعذور وغيره، والله سبحانه وتعالى أعلم.

Dengan begini, maka antara pendapat Imam An-Nawawi dan pendapat yang mengatakan kalau zikir dalam hati tidak ada pahala di dalamnyaa menemukan titik temu. Maka yang mengingkari adanya pahala dalam zikir dalam hati, maksudnya zikir yang ada nilai ibadah dengan membacanya secara lisan. Sementara yang mengatakan adanya pahala dalam zikir dalam hati maksudnya adanya pahala dengan menghadirkan makna zikir kepada Allah dalam hati, sebagainya yang telah kami sebutkan. Maka pikirkan dengan baik hal itu, karena itu sangat penting. Dan tidak ada bedanya antara yang dalam kondisi tidak bisa berzikir dengan lisan dan yang bisa. Wallahu A’lam.

Baca Juga :  Siapakah Ahli Dzikir Itu?    

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here