Khutbah Nikah yang Dibacakan Nabi Saat Menikahkan Fatimah dengan Ali

0
1314

BincangSyariah.Com – Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum khutbah nikah adalah sunah. Redaksi khutbah nikah yang beredar di masyarakat pun berbeda-beda, dan beraneka ragam, karena pada dasarnya redaksi khutbah nikah boleh dimodifikasi sesuai pengetahuan yang dimiliki orang yang akan menikahkan. Syekh Abu Bakar Syatha menyebutkan dalam I’anatut Thalibin menyebutkan redaksi khutbah nikah yang dibacakan Nabi saat menikahkan putrinya Fatimah dengan sahabat Ali.  Untuk tata cara membaca khutbah nikah lengkap, silakan baca di artikel ini.

الحمد لله المحمود بنعمته، المعبود بقدرته، المطاع بسلطانه، المرهوب من عذابه وسطوته، النافذ أمره في سمائه وأرضه، الذي خلق الخلق بقدرته، وسيرهم بأحكامه ومشيئته، وجعل المصاهرة سببا لاحقا، وأمرا مفترضا، أو شج، أو شبك به الأنام، وأكرم به الأرحام

Alhamdulillah al-mahmud bi ni‘matih, al-ma‘bud bi qudratih, al-mutha’ bi sulthonih, al-marhub min ‘adzabih wa sathwatih, an-nafidz amrohu fi sama’ihi wa ardhihi, alladzi khalaqal kholqo bi qudrotih, wa sayyarohum bi ahkamihi wa masyi’atih, wa ja‘alal mushoharota sababan lahiqo, wa amron muftarodho, au syajja, au syabaka bihil anam, wa akroma bihil arham. 

Artinya: Segala puji bagi Allah Tuhan yang dipuji karena kenikmatan (yang diberikan-Nya), disembah karena kekuasaan-Nya, dipatuhi karena kerajaan-Nya, ditakuti karena azab dan siksaan-Nya, meluluskan kehendak-Nya di langit dan bumi, membuat makhluk karena kekuasaan-Nya, mengatur makhluk-Nya dengan aturan dan kehendak-Nya, menjadikan hubungan bermenantu sebagai sebab yang berkesinambungan dan hal lazim bagi hubungan manusia yang berjejaring yang saling mengasihi sesama kerabat. 

فقال عز من قائل: (وهو الذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا وصهرا وكان ربك قديرا)، ولكل قدر أجل،  (ولكل أجل كتاب) (يمحو الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب).

Baca Juga :  Amaliah Mudah Agar Menjadi Orang Kaya yang Bermanfaat

 Fa qola ‘azza min qoil, wa huwal ladzi minal ma’i basyaron fa ja‘alahu nasabaw wa shihro, wa kana robbuka qadiro, wa li kulli qodarin ajal, wa li kulli ajalin kitab, yamhullohu ma yasya’u wa yutsbit wa ‘indahu ummul kitab.

 Artinya: Allah Zat Maha Mulia berfirman, “Dialah zat yang menciptakan manusia dari air (seperma dan ovum), lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan hubungan mertua. Tuhanmu itu Maha Kuasa. Setiap takdir ada masanya, dan setiap masa sudah tercatat. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). Wallahualam

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here