Ini Sembilan Amalan Sebelum Menyambut Malam Nisyfu Sya’ban

0
4

BincangSyariah.Com – Malam Nisyfu Sya’ban termasuk malam yang dimuliakan dalam Islam. Pada malam tersebut kita dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan ibadah kepada Allah. Namun demikian, dalam kitab Mardhatur Rahman fi A’mal wa Awrad Lailatin Nisyfi Min Sya’ban disebutkan bahwa sebelum malam Nisyfu Sya’ban tiba, terdapat sembilan amalan sebelum menyambut malam Nisfu Syaban.

Pertama, mengikhlaskan hati dalam beribadah kepada Allah. Ikhlas merupakan syarat utama diterimanya amal ibadah, karena itu kita hendaknya mengikhlaskan hati dalam beribadah dan berzikir kepada Allah agar diterima oleh-Nya, termasuk ketika kita beribadah dan berzikir di malam Nisyfu Sya’ban.

Kedua, melakukan taubat nashuha dari semua dosa. Hal ini karena malam Nisyfu Sya’ban merupakan malam mulia dalam Islam, dan karena itu kita dianjurkan untuk menyambutnya dalam keadaan bersih dari dosa dengan cara melakukan taubat nashuha kepada Allah.

Ketiga, berbuat baik kepada kedua orangtua. Sebelum menyambut malam Nisyfu Sya’ban, hendaknya kita memohon maaf kepada kedua orangtua dan berbuat baik kepadanya. Hal ini agar semua amalan dan ibadah kita di malam Nisyfu Sya’ban dapat diridhai oleh Allah karena sudah mendapat ridah dari kedua orangtua kita.

Keempat, melakukan silaturrahim kepada sanak famili, teman dan tetangga dan mohon maaf kepada mereka dan melepas semua sifat dendam, hasud, dan sifat buruk lainnya kepada mereka.

Kelima, menyambung persaudaran dengan sesama muslim dan melepas semua bentuk permusuhan dengan mereka. Hal ini karena di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang yang bermusuhan dengan sesama muslim tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah di malam Nisyfu Sya’ban.

Keenam, melepaskan sifat takabbur dan sombong dari hati. Ini karena sifat sombong bisa menyebabkan amal dan ibadah tidak diterima oleh Allah.

Ketujuh, bersedekah. Sebelum menyambut malam Nisyfu Sya’ban, kita dianjurkan untuk melakukan sedekah kepada kerabat, tetangga dan lainnya.

Kedelapan, berusaha menolong dan membantu kebutuhan orang lain. Disebutkan bahwa memudahkan dan menolong kebutuhan orang lain bisa menjadi sebab turunnya pertolongan Allah.

Kesembilan, melakukan puasa Ayyamul Bidh. Sebelum menyambut malam Nisyfu Sya’ban pada malam 15 Sya’ban, kita dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 13 dan 14 Sya’ban, dan kemudian kita sempurnakan dengan berpuasa pada hari Nisyfu Sya’ban. Berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Sya’ban disebut dengan puasa Ayyamul Bidh.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here