Ini Niat Ketika Hendak Makan yang Dianjurkan Para Ulama

0
18

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, makan termasuk perbuatan yang mubah, artinya perbuatan yang boleh kita lakukan dan boleh kita tinggalkan. Jika kita melakukannya, maka kita tidak mendapat pahala, dan jika kita meninggalkannya, maka kita tidak berdosa. Meski demikian, menurut para ulama, makan bisa bernilai ibadah dan mendapatkan pahala jika niat ketika hendak makan itu untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Misalnya, kita makan dengan niat agar bisa kuat beribadah kepada Allah, semangat menjalankan amar makruf dan nahi munkar, dan niat lainnya.

Adapun niat ketika hendak makan yang lengkap, sebagaimana Sayid Muhammad bin Alwi bin Umar Al-Idrus menyebutkan dalam kitab Al-Niyyat sebagai berikut;

نَوَيْتُ التَّقَوِيَّ عَلَى طَاعَةِ اللهِ وَالِامْتِثَالَ لِاَمْرِ اللهِ وَتَذَاكُرِ اَهْلِ الجَنَّةِ لِلتَّشْمِيْرِ فِي الطاعَةِ وَتَذَكُّرِ اهل النارِ لِلاِبْتِعَادِ عَنِ المعَاصِيْ وَشُكْرَ الله عز وجل عَلَى تَيْسِيْرِهِ وَالعَمَلَ بِاَدَابِ الاكلِ وِاِدْخَالَ السرُوْرِ عَلىَ الاِخْوَانِ وَحِفْظَ صِحَّةِ البَدَنِ وَاَمَانَةِ اْلجَسَدِ

Nawaitut taqowwiya ‘alaa thoo’atillaahi wal imtitsaala li amrillaahi wa tadzaakuro ahlil jannati littasymiiri fit thoo’ati wa tadzakkuri ahlin naari lil ibti’aadi ‘anil ma’aashii wa syukrollaahi ‘azza wa jalla ‘alaa taisiirihii wal ‘amala bi adaabil akli wa idkhoolas suruuri ‘alal ikhwaani wa hifzho shihhatil badani wa amaanatil jasadi.

Artinya:

Aku berniat (makan) agar kuat untuk taat kepada Allah, mengikuti perintah Allah, ingat terhadap (makanan) ahli surga sehingga siap dalam taat kepada Allah, ingat (makanan) ahli neraka sehingga menjauhi maksiat, bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya memudahkan (mendapatkan makanan), melaksanakan adab-adab makan, memasukkan kebahagiaan pada sauadara, dan menjaga kesehatan tubuh.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here