Ini Zikiran Istighfar yang Dibaca Nabi Khidir

1
2514

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Kanzul Hikmah, Syamsuddin Al-Razi menyebutkan bahwa berdasarkan sebuah riwayat, terdapat sebuah lafadz istighfar yang dibaca oleh Nabi Khidir. Lafadznya sebagai berikut;

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفـِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ تُبْتُ إِلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ فِيْهِ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا وَعَدْتُكَ بِهِ مِنْ نَفْسِيْ ثُمَّ أَخْلَفْتُكَ فِيْهِ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا أَرَدْتُ بِهِ وَجْهَكَ الْكَرِيْمَ فَخَالَطَهُ غَيْرُكَ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ نِعْمَةٍ اَنْعَمْتَ عَلَيْهَا عَلَيَّ فَاسْتَعَنْتُ بِهَا عَلَى مَعْصِيَتِكَ وَأَسْتَغْفِرُكَ يَاعَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ اَتَيْتُهُ فِيْ ضِيَاءِ النَّهَارِ وَسَوَادِ اللَّيْلِ، فِيْ مَلَإٍ وَخَلاَءٍ، وَسِـرٍّ وَعَلاَنِـيَّـةٍ يَاحَلِيْمُ.

Allohumma innii as-taghfiruka min kulli dzanbina tubtu ilaika minhu tsumma ‘udtu fiihi wa astaghfiruka limaa wa’adtuka bihii min nafsii tsumma akhlaftuka fiihi wa astghfiruka limaa aradtu wajhakal kariimi fa khoolathohuu ghairuka wa astaghfiruka min kulli ni’matin an’amta ‘alaihaa ‘alayya fasta’antu bihaa ‘alaa ma’shiyatika wa astghfiruka yaa ‘aalimal ghaibi wasy syahaadati min kulli dzanbin ataituhuu fii dhiyaa-in nahaari wa sawwadil laili fii malain wa kholain wa sirrin wa ‘alaaniyatin yaa haliim. (Baca: Nabi Khidir dan Nabi Ilyas Baca Zikir Ini Agar Dihindarkan dari Bahaya)

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu dari segala dosa yang mana aku telah bertaubat kepada-Mu namun aku mengulanginya lagi. Sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang aku telah berjanji kepada-Mu kemudian aku khilaf kepada-Mu. Sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang telah aku maksudkan untuk berbakti hanya kepada-Mu kemudian ada sesuatu selain dirimu yang mencampurinya. Sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku namun aku gunakan untuk bermaksiat kepada-Mu. Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui alam ghaib dan alam nyata, dari setiap dosa yang aku lakukan di siang hari dan di waku malam, dalam keadaan ramai dan keadaan sepi, dalam keadaan sembunyi dan terang-terangan, wahai Dzat Yang Maha Sangat Mengampuni.

Lafadz istighfar ini juga disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin. Namun beliau mengatakan bahwa lafadz istighfar ini ada yang mengatakan milik Nabi Adam dan ada yang mengatakan milik Nabi Khidir.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here