Ini Doa yang Dibaca Nabi Khidir di Waktu Tengah Malam

0
69

BincangSyariah.Com – Ketika kita bangun tidur di waktu tengah malam, selain dianjurkan untuk melaksanakan shalat malam dan memperbanyak membaca istighfar, kita juga dianjurkan untuk banyak bermunajat dan berdoa kepada Allah. Di antara munajat dan doa yang bisa kita baca di waktu tengah malam, sebagaimana disebutkan Habib Zain bin Sumaith dalam kitab Al-Nujum Al-Zahirah, adalah munajat dan doa Nabi Khidir berikut;

اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِنَا لُطْفًا شَامِلاً كَامِلاً ظَاهِرًا وَخَافِيًا تَقَرُّ بِهِ اْلعَيْنُ وَيُجْلىَ بِهِ الرَّيْنُ وَيُقْضَى بِهِ الدَّيْنُ وَتُصْلَحُ بِهِ اْلاُمُوْرُ وَتُكْفَى بِهِ الشُّرُوْرُ وَنَكُوْنُ بِهِ مِنَ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَنُرْزَقُ بِهِ كَمَالَ اْليَقِيْنِ

Allohummalthuf binaa luthfan kaamilan syaamilan zhoohiron wa khoofiyan taqorru bihil ‘ainu wa yujlaa bihir roinu wa yuqdhoo bihid dainu wa tushlahu bihil umuuru wa tukfaa bihisy syuruuru wa nakuunu bihii minal muqorrobiina wa nurzaqu bihii kamaalal yaqiini.

Artinya:

Ya Allah, perlakukanlah kami dengan lemah lembut, kelembutan yang menyeluruh, sempurna, baik secara zhahir dan secara samar, yang dengannya mata menjadi sejuk, kesedihan diangkat, hutang dilunasi, semua perkara menjadi baik, semua keburukan berhenti, dan dengannya pula kami menjadi orang-orang muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah), dan kami diberi rizki kesempurnaan keyakinan.

Selain membaca doa Nabi Khidir di waktu tengah malam, kita perlu memperhatikan perkataan sahabat Salman Al Farisi. Manusia dalam menghabiskan malamnya itu terbagi ke dalam tiga tingkatan, sebagaimana yang tertera dalam kitab Hilyatul Auliya’:

Pertama, orang yang menanggung dosa tetapi tidak memiliki pahala pada malam harinya. Menurut Salman, orang dengan kategori ini adalah orang yang memanfaatkan gelapnya malam dan kelalaian manusia untuk shalat malam tetapi di samping itu dia juga menjerumuskan dirinya dalam melakukan kemaksiaan.

Orang itu menanggung dosa tetapi tidak mendapakan pahala. Dengan artian, dia tidak mendapatkan pahala dari shalat malamnya tersebut dikarenakan ia juga menenggelamkan dirinya kedalam kemaksiatan.

Kedua, orang yang mendapatkan pahala dan tidak mendapatkan dosa. Menurut Salman al-Farisi, kategori orang ini adalah orang yang memanfaatkan gelapnya malam dan kelalaian manusia untuk bangun dan kemudian meaksanakan shalat.

Orang ini menghiasi malam-malamnya hanya unuk beribadah kepada Allah. Akan tetapi, dia tidak menjerumuskan dirinya kedalam kemaksiatan. Iniah orang yang mendapatkan pahala pada malam harinya dan tidak mendapatkan dosa.

Ketiga, orang yang tidak mendapatkan pahala dan juga tidak mendapatkan dosa. Maksud golongan orang seperti ini menurut Salman al-Farisi adalah orang yang setelah melaksanakan shalat Isya kemudian ia tidur. Ia tidak bangun lagi di akhir malamnya untuk Qiyamullail dan juga tidak untuk berbuat maksiat. Iniah orang yang tidak berpahala pada malam harinya dan juga tidak menanggung dosa.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here