Ini Doa yang Dibaca Ketika Melihat Usungan Jenazah

0
5212

BincangSyariah.Com – Mati adalah sesuatu yang pasti. Selama masih bernama manusia, pasti akan merasakan yang namanya sakaratul maut. Tidak ada yang dapat mencegah datangnya kematian. Jangankan mencegah, menunda sedetik saja tidak ada yang sanggup melakukannya. Allah Swt. berfirman:

ولكل امة اجل فاذا جاء اجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون

Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (Qs. Al-A’raf (7) : 34)

Ketika manusia mati, maka ada empat kewajiban yang harus dilaksanakan oleh mereka yang hidup. Yaitu memandikan mayit, mengkafani, menyolati, dan menguburkannya. Dari sekian masyarakat sekitar harus ada perwakilan dalam perawatan jenazah. Jika satu kampung tidak ada yang merawatnya, maka berdosalah mereka semua. Karena mentajhiz jenazah hukumnya fardu kifayah. Artinya apabila ada salah satu yang mengerjakan, maka gugurlah kewajiban dari masyarakat setempat.

Saat kita tidak ikut andil dalam perawatan jenazah, misalkan karena beda kampung, maka setidaknya ikut mendoakan dari rumah untuk  orang yang meninggal dan yang ditinggalkan. Intinya kita tidak merasa terbebas dari tanggung jawab dalam perawatan jenazah.

Adapun salah satu doa yang dapat kita panjatkan untuk orang yang mati adalah sebagai berikut,

أللهم اني اسئلك بحق سيدنا محمد وال سيدنا محمد ان لا تعذب هذا الميت

Allahumma inni asaluka bihaqqi sayyidina muhammadin wa ali sayyidina muhammadin an la tuadziba hadzalmayyita

Ya Allah, hamba memohon kepada-Mu dengan haknya Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, jangan siksa mayit ini. (Lihat Nihayatuz zain)

Doa tersebut dibaca tiga kali ketika melihat usung-usungan jenazah. Baik melihat dari jarak dekat atau dari jauh. Baik melihat secara langsung atau dari televisi (asal bukan sinetron). Karena doa tidak mengenal jarak dekat atau jauh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here