Ini Doa Nabi Musa Saat Dizalimi Firaun

3
16876

BincangSyariah.Com – Disebutkan dalam kitab Abwabul Faraj, bahwa saat Nabi Musa menyeberangi lautan bersama bani Israil untuk menghindari dari kekejaman Firaun, beliau membaca doa berikut;

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ ، وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى ، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ الْعَظِيمِ

Allahumma lakal hamdu wa ilaikal musytaka wa antal musta’anuu wa la hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil adzimi.

“Ya Allah, bagi-Mu segala pujian dan kepada-Mu segala pengaduan dan Engkaulah Zat yang dimintai pertolongan. Dan tiada daya dan tiada pula kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung.”

Doa ini berdasarkan hadis riwayat Imam Thabrani dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata bahwa Nabi saw. bersabda;

الا أُعَلِّمُكُمُ الْكَلِمَاتِ الَّتِي تَكَلَّمَ بِهَا مُوسَى عَلَيْهِ السَّلامُ حِينَ جَاوَزَ الْبَحْرَ بِبَنِي إِسْرَائِيلَ ؟  فَقُلْنَا : بَلَى ، يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ  قُولُوا : اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ ، وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى ، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ الْعَظِيمِ  ، وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ : مَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَقَالَ شَقِيقٌ : مَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ الأَعْمَشُ : قَالَ : فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ شَقِيقٍ ، وَقَالَ شَقِيقٌ : مَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ شَقِيقٌ ، فَأَتَانِي آتٍ فِي مَنَامِي ، فَقَالَ : يَا سُلَيْمَانُ ، زِدْ فِي هَؤُلاءِ الْكَلِمَاتِ : وَنَسْتَعِينُكَ عَلَى فَسَادٍ هُوَ فِينَا ، وَنَسْأَلُكَ صَلاحَ أَمْرِنَا كُلِّهِ

“Maukah kalian aku ajari kalimat yang diucapkan oleh Nabi Musa saat dia membawa bani Israil menyebrangi lautan? Kami menjawab, ‘Iya, wahai Rasulullah. Nabi berkata, ‘Ucapkanlah, ‘Allahumma lakal hamdu wa ilaikal musytaka wa antal musta’anuu wa la hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil adzimi.’ Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Aku tidak meninggalkan bacaan itu sejak aku dengar dari Rasulullah.’ Syaqiq berkata, ‘Aku tidak meninggalkan bacaan itu sejak aku dengar dari Abdullah. A’masy berkata, ‘Aku tidak meninggalkan bacaan itu sejak aku dengar dari Syaqiq, kemudian aku didatangi oleh seseorang dalam mimpiku dan dia berkata, ‘Wahia Sulaiman, tambahkanlah dalam kalimat itu dengan lafal, ‘Wa nasta’inuka ‘ala fasadin huwa fina wa nas-aluka sholaha amrina kullihi.’”

3 KOMENTAR

  1. Siapa kasih nama, manusia yg halangi rezeki, orang.
    Misal masuk, tentra ada Allah beri jalan yg halal lewat, tpi dihalangi ,
    Ada Merasa sakit
    Atao dikasih penghargaan pangkat, tpi ada yg halangi,
    Ada merasa sakit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here