Hukum Wanita Haid Mencium Jenazah

0
51

BincangSyariah.Com – Ketika ada jenazah yang baru meninggal, kita terkadang melihat sebagian keluarganya ada yang mencium jenazah tersebut. Terkadang yang mencium jenazah ada wanita dan ibu-ibu, terutama jika jenazah tersebut masih kecil. Namun bagaimana jika wanita yang mencium jenazah kebetulan sedang haid, apakah hal itu boleh? Adakah hukum wanita haid mencium jenazah? (Baca: Hukum Menangis Saat Mencium Jenazah yang Baru Meninggal)

Dalam Islam, mencium jenazah yang baru meninggal hukumnya adalah boleh. Keluarga jenazah, baik laki-laki maupun perempuan, boleh mencium jenazah tersebut terutama di bagian keningnya. Ini sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw terhadap jenazah Utsman bin Mazh’un. Dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Jabir bin Abdillah, dia berkata;

رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ عُثْمَانَ بن مَظْعُوْنٍ وَهُوَ مَيِّتٌ، حَتَّى رَأَيْتُ الدُّمُوْعَ تَسِيْلُ

Aku melihat Rasulullah Saw mencium Utsman bin Mazh`un ketika dia meninggal, hingga aku melihat air mata mengalir dari wajah beliau.

Berdasarkan hadis ini, Imam Nawawi membolehkan dengan tegas bagi keluarga dan sahabat jenazah untuk mencium jenazah tersebut. Beliau berkata dalam kitab Al-Majmu’ sebagai berikut;

ﻳﺠﻮﺯ ﻷﻫﻞ اﻟﻤﻴﺖ ﻭﺃﺻﺪﻗﺎﺋﻪ ﺗﻘﺒﻴﻞ ﻭﺟﻬﻪ ﺛﺒﺘﺖ ﻓﻴﻪ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ

Boleh bagi keluarga mayit dan sahabatnya untuk mencium wajah mayit berdasarkan beberapa hadis-hadis shahih.

Alasan Kebolehan Wanita Haid Mencium Jenazah

Kebolehan mencium jenazah ini berlaku juga bagi wanita yang sedang haid. Tidak masalah bagi wanita mencium jenazah, sebagaimana dia juga tidak masalah memandikan jenazah. Asalkan jenazah tersebut sudah dipastikan sudah meninggal, maka boleh wanita haid berada di sampingnya, menciumnya, juga memandikannya.

Hal ini karena wanita yang sedang haid dalam Islam hakikatnya tetap suci sebagaimana wanita yang tidak sedang haid dan manusia pada umumnya. Sehingga wanita yang sedang haid boleh dan berhak untuk mencium jenazah dan memandikannya.

Ini sebagaimana terdapat dalam kitab Nihayatul Muhtaj berikut;

ويغسل الجنب والحائض الميت بلا كراهة لأنهما طاهران فكانا كغيرهما

Orang yang junub atau haid boleh memandikan jenazah tanpa ada kemakruhan. Mereka berdua hakikatnya suci sehingga sama dengan lainnya.

Keterangan lain juga terdapat dalam kitab Al-Majmu’ karya Imam Nawawi berikut;

يجوز للجنب والحائض غسل الميت بلا كراهة

Boleh bagi orang junub atau haid untuk memandikan mayat tanpa ada kemakruhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here