Hukum Membaca Ta’awwudz Sebelum Menyampaikan Khutbah Jumat

0
5

BincangSyariah.Com – Ketika kita melaksanakan shalat Jumat di masjid, kita jarang mendengar khatib yang mengawali khutbahnya dengan membaca ta’awwudz. Umumnya, khatib memulai khutbahnya dengan membaca basmalah dan kemudian hamdalah. Sebenarnya, bagaimana hukum membaca ta’awwudz sebelum menyampaikan khutbah jumat ?

Membaca ta’awwudz ketika hendak melakukan sesuatu, terutama ketika hendak membaca Al-Quran dan ketika dalam keadaan takut, hukumnya adalah sunnah. Bahkan menurut sebagian ulama, membaca ta’awwudz sebelum membaca Al-Quran dan ketika dalam keadaan takut hukumnya adalah wajib. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

الاِسْتِعَاذَةُ سُنَّةٌ عِنْدَ أَغْلَبِ الْفُقَهَاءِ، وَقَال الْبَعْضُ بِوُجُوبِهَا عِنْدَ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، وَعِنْدَ الْخَوْفِ

“Membaca isti’adzah adalah sunnah menurut kebanyakan para ulama fiqih. Sebagian ulama mengatakan wajib membaca isti’adzah ketika hendak membaca Al-Quran dan ketika dalam keadaan takut.”

Termasuk yang disunnahkan membaca ta’awwudz adalah ketika hendak menyampaikan khutbah Jumat. Kesunnahan ini ditegaskan oleh para ulama Hanafiyah. Menurut mereka, ta’awwudz termasuk kesunnahan yang dianjurkan dalam khutbah Jumat. Oleh karena itu, ketika khatib hendak menyampaikan khutbah, maka dia disunnahkan untuk mengawalinya dengan membaca ta’awwudz dahulu sebelum hamdalah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

الاِسْتِعَاذَةُ فِي خُطْبَةِ الْجُمُعَةِ: مِنْ سُنَنِ خُطْبَةِ الْجُمُعَةِ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ: أَنْ يَسْتَعِيذَ فِي الْخُطْبَةِ الأْولَى فِي نَفْسِهِ سِرًّا قَبْل الْحَمْدِ. وَيُسْتَدَل لَهُمْ بِمَا قَال سُوَيْدٌ: سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُول عَلَى الْمِنْبَرِ: أَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَلَمْ نَجِدْ عِنْدَ بَقِيَّةِ الْمَذَاهِبِ كَلاَمًا فِي ذَلِكَ.

“Membaca isti’adzah di dalam khutbah Jumat. Termasuk sunnah-sunnah khutbah Jumat menurut ulama Hanafiyah adalah khatib membaca isti’adzah di dalam khutbah pertama dalam keadaan sir atau lirih sebelum membaca hamdalah. Mereka mendasarkan pendapatnya dengan perkataan Suwaid; Aku mendengar Abu Bakar Al-Shiddiq mengucapkan di atas mimbar ‘A’uudzu billaahi minasy syaithoonir rojiim.’ Dan kami tidak menemukan pembahasan mengenai membaca ta’awwudz dalam khutbah di dalam madzhab lain (selain Mazhab Hanafi).”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here