Habib Umar bin Hafidz Mengijazahkan Shalawat di Bulan Maulid 1422 H

5
59

BincangSyariah.Com – Bulan Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Nabi Saw. Dan, ada banyak dalil yang jelas menunjukkan bahwasanya berbahagia dengan kelahiran Nabi Saw. adalah sesuatu yang disunnahkan dalam ajaran Islam, karena bagian dari rasa bersyukur Allah telah takdirkan dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw. yang menjadikan kita hari ini bisa menjalankan ajaran Islam tidak lain diakibatkan oleh diutusnya Nabi Muhammad Saw.

al-Habib Umar bin Hafidz , ulama masyhur asal Yaman dan pengasuh Dar al-Musthafa, Yaman, seperti diunggah di akun Instagram resminya, mengijazahkan sebuah redaksi shalawat yang dianjurkan untuk diperbanyak untuk dibaca sepanjang bulan Rabiul Awal ini. Habib Umar bin Hafidz mengijazahkan shalawat untuk dibaca sepanjang bulan ini, sebanyak 5000 kali, dan lebih utama jika dibaca lebih banyak. Berikut redaksi shalawat beserta transliterasinya,

اللهمَّ لَكَ الْحَمْدُ شكْرًا ولكَ المنُّ فضْلًا، وَنَسْتَغْفِرُكَ يَا حيُّ يَا قَيُّومُ، صَلّ وَسَلِّمْ عَدَدَ عِلْمِكَ عَلى عبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ وَحبِيْبِكَ السَّيِّدِ الْمَعْصُوْمِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَأَهْلِ مَحَبَّتِهِ وَأَصْلِحْ شُؤُوْنَ أُمَّتِهِ، وَفَرِّجْ عَنَّا الْهُمُوْمَ والْغُمُوْمَ يَا حَيّ يَا قَيُّوْمُ

Allahumma laka al-hamdu syukran, wa laka al-mannu fadhlan, wa nastaghfiruka yaa hayyu yaa qayyum, sholli wa sallim ‘adada ‘ilmika ‘ala ‘abdika wa rasuulika wa habiibika as-sayyid al-ma’shum, sayyidina Muhammad wa Aalihi wa shohbihi wa ahli mahabbatihi wa ashlih syu’uuna ummatihi, wa farrij ‘anna al-humuuma wa al-ghumuuma yaa hayyu yaa qayyum.

Baca Juga :  Doa Bagi Orang yang Belum Mahir Berkendara

5 KOMENTAR

  1. Shalawat buatan manusia, yg tidak pernah diajarkan Rasulullah Shallallahu Aaihi Wasallam dan tidak pernah dipraktekkan para sahabat, Tabi’in, Tabiut Tabi’in dan para 4 Imam Mahzab.

  2. Bacalah sholawat yg di ajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
    Bukan solawat buatan manusia biasa.
    Apalagi buatan habib Umar..
    Meraka mengatakan bernasab sampai ke Rasulullah alaihi wasallam namun anehnya amalan nya menyelisihi Rasulullah..
    Padahal dalam hadits sohih Rasulullah bersabda: barang siapa yang beramal tdk mengikuti petunjuk (contoh dari ku)maka amalannya tertolak.
    bagi manusia yg cerdas adalah memilih jalan yang lurus yaitu petunjuk /anjuran Rasulullah. Bukan ajaran selainnya

  3. Lafaz hadisnya bukan “petunjuk dariku”, tapi “petunjuk dari kami.” “Kami” di situ siapa? Ya Nabi dan para pewarisnya, yaitu para ulama, termasuk Habib Umar bin Hafiz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here