Dzikir untuk Menjauhkan Diri dari Neraka

1
1142

BincangSyariah.Com –  Melalui kisah-kisah yang disebutkan dalam Al Qur’an, kita memahami secara mendasar bahwa surga dan neraka adalah dua tempat yang berfungsi sebagai balasan bagi orang yang taat dan tidak taat. Neraka yang dibahasakan Allah dengan kata “nar” diibaratkan dengan tempat orang-orang yang melanggar aturan Allah.

Gambaran neraka secara spesifik dapat kita lihat dari nama-namanya yang terdapat dalam Al Qur`an sebagai api yang menyala-nya (sa’ir), panas (jahim), membuat orang terjatuh hina (hawiyah) dan digambarkan sebagai negeri kehancuran (darul bawar). Gambaran neraka yang diwakili oleh nama yang terdapat dalam Al Qur`an mencerminkan kesedihan dan kerugian sejati.

Kesedihan dan kerugian sejati tentu dua hal yang tidak diharapkan oleh setiap insan yang bernyawa. Namun bagaimana bisa kita tidak menginginka kesedihan dan kerugian, namun realitanya kita terus menumpuk dosa dan sedikit memohon ampun kepada-Nya? Allah selalu membentangkan sayapnya di pagi hari untuk hamba-Nya yang bermaksiat di malam hari, dan juga membentangkan sayapnya di malam hari untuk hamba-Nya yang bermaksiat di pagi hari. Lantas masih enggankah kita datang kepada-Nya untuk memohon ampun dan berharap agar diselamatkan dari siksa neraka? Allah Ta’ala berfirman dalam QS Ali Imran ayat 192:

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Ya Rabb kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolong pun” (QS. Ali ‘Imran: 192).

Hanya kepada-Nya, kita memohon agar diselamatkan dari pedihnya siksa neraka. Hanya karena Allah sajalah yang memiliki hak veto untuk memasukkan seseorang ke dalam neraka. Dan jika Allah telah memasukkan ke dalam neraka, maka ia adalah orang yang terhina.

Baca Juga :  Di Tahun Politik, Perbanyaklah Membaca Doa Ini

Tentu kita berharap agar manjadi hamba yang mulia dan tidak termasuk golongan yang dimasukkan ke dalam neraka.  Untuk kita, perlu kiranya untuk tidak meninggalkan apa-apa yang diwajibkan Allah kepada kita dan tidak pula melangar apa-apa yang dilarang oleh-Nya.

Selain dari pada itu, Rasulullah memberikan sebuah kunci keselamatan dari neraka tersebut dengan sebuah dzikir yang baik. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خُذُوْا جُنَّتَكُمْ قَالُوْا يَارَسُوْلَ الله أَمِنْ عَدُوِّ قَدْ حَضَرَ قَالَ لَا وَلَكِنْ خُذُوْا جُنَّتَكُمْ مِنَ النَّارِ فَقُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَاللهُ أَكْبَرُ فَإِنَّهُنَّ يَأْتِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُقَدِّمَاتٍ وَمُعَقِّبَاتٍ وَمُجَنِّبَاتٍ وَهُنَّ البَاقِيَاتُ الصَّالِحاتُ

“Ambillah keselamatan kalian!” Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apakah diambil dari musuh?”Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:”Tidak! Tetapi ambillah keselamatan kaliaan dari Naar (selamatkan diri kalian dari siksa Neraka). Maka ucapkanlah “Subhanallah, Alhamdulillah, Laa illaaha illallah dan Allahu Akbar.” Karena semua kalimat ini pada hari kiamat akan menjauhkan dari Naar dan selalu mengikuti hamba yang mengucapkannya. Semua itu adalah termasuk amalan-amalan yang kekal lagi shalih.” (HR Nasa’i)

Dzikir untuk menjauhkan diri dari neraka tersebut adalah Subhanallah walhamdulillah wa lailahaillah wallahu akbar. Dzikir tersebut merupakan rangkaian dari beberapa kalimat tayyibah yang akan kekal menemani seseorang yang membacanya. Hingga apabila ia terseret ke pintu neraka, dzikir tersebut akan mengikuti dan menyelamatkannya dari siksa neraka.  Dengan demikian, tak ada salahnya jika kita mendawamkan dzikir tersebut dalam beberapa waktu yang mustajabah dan beberapa waktu luang lainnya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here