Dua Riwayat Doa Shalat Dhuha, Keduanya Bisa Diamalkan

0
1491

BincangSyariah.Com – Jika ada dua riwayat doa shalat dhuha, bisakah keduanya diamalkan? Berdoa setelah sholat, sangat dianjurkan baik setelah shalat fardu maupun sunah. Berdoa tidak harus dengan bahasa arab. Berdoa juga tidak selamanya harus mengambil dari doa yang tercantum dalam Alquran dan al-Hadits. Kita bisa juga berdoa dengan yang diajarkan oleh para ulama.

Pada dasarnya doa bisa kita panjatkan kapanpun dan dimanapun saja. Hanya saja terkadang ada doa tertentu yang dikhususkan pada waktu dan tempat tertentu. Doa masuk masjid tidak boleh kita ucapkan saat mau masuk kamar mandi. Sebaliknya, doa keluar dari kamar mandi jangan dibaca saat keluar dari masjid. Artinya terkadang ada doa khusus untuk suatu pekerjaan kita. Termasuk dalam doa yang berkaitan dengan ibadah sehari-hari. Contohnya sholat dhuha.

Sholat dhuha memiliki doa khusus yang baca setelahnya. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi dalam kitabnya, Nihayatuz Zain (h. 103). Ada dua riwayat doa shalat dhuha, dan keduanya bisa diamalkan.

Pertama, diriwayatkan dari Ibnu ‘Ulwan. Doa ini dibaca sehabis sholat duha. Berikut ini doanya,

اَلَّلهُمَّ فُكَّ اِقْفَالَ قُلُوْبِنَا بِمَشِيْئَتِكَ وَاَحْسِنْ تَوْفِيْقَنَا بِدَوَامِ الصِّدْقِ فِيْ اِرَادَتِكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا فِيْ هَذِهِ السَّاعَةِ  رَايَةَ هِدَايَتِكَ  وَقَلِّدْنَا بِسُيُوْفِ وِلَايَتِكَ وَتُوَجِّنَا بِتِيْجَانِ مَعْرِفَتِكَ وَاَمْطِرْ عَلَيْنَا مِنْ سَحَائِبِ مَغْفِرَتِكَ وَاسْقِنَا مِنْ شَرَابِ مَحَبَّتِكَ وَاَثْبِتْنَا فِيْ دِيْوَانِ خَاصَّتِكَ وَاَوْقِفْنَا فِيْ مَيْدَانِ مُلَاحَظَتِكَ وَصَفِّ سَرَائِرَنَا وَنَوِّرْ اَبْصَارَنَا وَاجْمَعْنَا فِيْ حظائر قدسك وَ ﺁنِسْنَا بِلَطِيْفِ اُنْسِكَ وَلَا تَقْطَعْنَا بِغَيْرِكَ عَنْ نَفْسِكَ اَلَّلهُمَّ مَا كَانَ مِنَّا مِنْ اِقْبَالِ اِلٰى غَيْرِكَ وَاِعْرَاضٍ عَنْكَ تَعَمُّدًا اَوْ خَطَأً اَوْ نِسْيَانًا فَاَزِلْهُ عَنَّا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Ya Allah bukalah ikatan yang membelenggu hati kami dengan izinmu-Mu, perbaikilah jalan petunjuk kami dengan senantiasa jujur dalam menerima kehendak-Mu, bentangkanlah pada saat ini juga panji hidayah-Mu atas kami, bentengilah kami dengan pedang-pedang penjagaan-Mu, mahkotailah kami dengan mahkota ma’rifat-Mu. Hujanilah kami dengan ampunanmu, suguhilah kami dengan minuman mahabbah-Mu. Tetapkanlah kami dalam catatan khusus-Mu, tetapkanlah kami dalam area penjagaan-Mu, dan murnikanlah hati-hati kami, terangilah penglihatan kami, dan kumpulkanlah kami dalam perlindungan suci-Mu, kasihanilah kami dengan lembutnya kasih sayang-Mu, dan jangan putuskan kami dari-Mu sebab selain-Mu. Ya Allah, jika ada dari kami suatu pengharapan pada selain-Mu dan keberpalingan darimu, baik yang di sengaja, keliru, atau lupa, maka lepaskanlah ia dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa ata segala-galanya.

Kedua, diriwayatkan dari Sayyidi Muhammad Al-Bakri. Doa ini juga dibaca setelah sholat duha, sebagaimana berikut:

Baca Juga :  Bacaan Tasyahud Akhir yang Diajarkan Nabi

اِنَّ الضُحَا ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالنُّوْرَ نُوْرُكَ وَالْعَظَمَةُ عَظَمَتُكَ اَسْأَلُكَ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ اَنْ تَسَخَّرَ لِيْ رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا يَكُوْنُ عِصْمَةً لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَعَوْنًا لِيْ عَلَى ﺁخِرَتِيْ اَلَّلهُمَّ اَحْيِ رُوْحِيْ بِبَارَقَةٍ تَسْرِيْ فِيْ اَيِّ صُوْرَةٍ اَحْبَبْتُهَا بِكَ وَاَرِنِيْ بَدَائِعَ حِكْمَتِكَ فِيْ صُنْعِكَ حَتَّى اَحْكُمَ بِصُنْعَةِ كُلِّ مَصْنُوْعٍ فَاُقَابِلُ كُلًّا بِمَا يَجِبُ لَهُ عَلَيّ حَتَّى يَحْيَا لِيْ كُلُّ قَلْبٍ مَيِّتٍ وَتنْقَادُ لِيْ كُلُّ نَفْسٍ اَبِيَّةٍ اِنَّ شَأْنَكَ الْعَدْلُ وَ الْاِصْلَاحُ وَاِلَيْكَ تُنْقَادُ النُّفُوْسُ وَالْاَرَوَاحُ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Sesungguhnya waktu duha adalah waktu duha-Mu, dan kemuliaan adalah kemulian-Mu, dan cahaya adalah cahaya-Mu, dan keagungan adalah keagungan-Mu, hamba mohon dengan perantara duha-Mu, kemuliaan-Mu, kemenangan-Mu, dan keagungan-Mu, sibukkanlah hamba dalam mencari rejeki yang halal dan baik, yang  ia dapat menjagaku dalam urusan agama dan dunia, dan menolong hamba atas  kehidupan akhirat. Ya Allah, hidupkanlah jiwa hamba dengan penuh cahaya yang berjalan pada semua hal yang hamba cintai karena-Mu, tunjukkanlah pada  hamba keindahan himah-Mu dalam ciptaan-Mu sehingga aku bisa menghukumi semua yang tercipta, maka aku mampu menerima semua yang diwajibkan padaku, sehingga hati yangmati bisa hidup sebab perantaraku, dan jiwa-jiwa yang terhina menjadi terarah karena perantaraku. Sesungguhnya Engkau Maha Adil dan Maha Memperbaiki. Kepada-Mu jiwa-jiwa dikembailikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala  sesuatu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here