Doa yang Meringkas Doa-Doa Rasulullah Saw.

1
1059

BincangSyariah.Com – Ini cerita di masa Rasulullah soal yang doa yang meringkas doa-doa Rasulullah Saw. Kisahnya adalah, salah seorang sahabat Rasulullah dari suku Bahilah bernama Shuday bin ‘Ajlan bin Wahb bin ‘Amr (w. 86 H), atau yang karib dipanggil Abu Umamah, menceritakan suatu ketika Rasulullah berdoa panjang sekali. Begitu panjangnya, para sahabat yang membersamai beliau sampai tidak sanggup menirukan kembali doa itu. Mereka pun langsung mengeluhkan ihwal tersebut kepada baginda Nabi.

Duhai Rasulullah, engkau tadi berdoa panjang sekali, sampai-sampai kami tidak bisa menghafalnya barang sedikit saja,” keluh para sahabat.

Merespons keluhan sahabat-sahabatnya, Rasulullah lantas bersabda, “Simaklah, saya akan tuunjukkan kepada kalian sebuah ungkapan doa yang ringkas yang dapat menghimpun segala apa yang terdapat di dalam doa-saya yang panjang tadi.”

Lalu, Rasulullah melanjutkan sabdanya, “Berdoalah kalian dengan mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَئَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allaahumma innii as`aluka min khairi maa sa`alaka minhu nabiyyuka Muhammadun shalla-Allahu ‘alaihi wa sallama

ya Allah, sungguh kumohon kepada-Mu akan sebaik-baik apa yang dipinta oleh nabi-Mu, yakni Nabi Muhammad—semoga Allah mencurahkan rahmat serta keselamatan untuk beliau

وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

wa na’uudzubika min syarri ma-sta’aadzaka minhu nabiyyuka Muhammadun shalla-Allahu ‘alaihi wa sallama

dan kami pun berlindung kepada-Mu dari seburuk-buruk perkara yang nabi-Mu, yakni Nabi Muhammad—semoga Allah mencurahkan rahmat serta keselamatan untuk beliau—berlindung dari perkara itu

وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَعَلَيْكَ الْبَلَاغُ

wa antal-musta’aanu wa ‘alaikal-balaaghuDoa

Engkau-lah tempat memohon pertolongan dan Engkau pula yang berkewajiban menyampaikan segala permohonan  

وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Baca Juga :  Doa Nabi Ayyub Ketika Sakit

wa laa haula wa laa quwwata illaa bil-laahi

tiada daya dan upaya melainkan seizin Allah.

Kisah ini termaktub dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Syaikhul Islam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi, serta diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi dalam sebuah hadis yang dianggapnya sebagai hadis hasan (hadis yang sanadnya lengkap, tetapi di antara perawinya ada yang diragukan integritasnya).

Wa Allahu a’lam bis shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here