Doa Untuk Pengakuan Dosa Dan Mohon Ampunan

0
3063

BincangSyariah.Com – Melakukan pengakuan dosa lantas memohon ampunan Allah adalah sikap yang cukup memberatkan, karena tidak semua orang bisa berani mengakui kesalahannya atau kekhilafannya. Setinggi apapun jabatannya, mengakui dosa diri sendiri tidak akan menurunkan martabatnya. Bukankah salah satu sebab kebinasaan kaum umat terdahulu adalah berkutat dalam maksiat, tidak merasa salah dan enggan bertaubat dari setiap dosa? Dalam QS Al Mulk ayat 11 Allah berfirman:

فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk: 11)

Merasa banyak dosa dan mengakui kesalahan merupakan akhlak Islam yang mulia. Keduanya bisa menjadi langkah awal dari kesuksesan hidup, sebab dengan demikian Allah akan ridha terhadap kehidupan kita. Rasa takut dan roja’ (harapan yang kuat) akan hadir ketika kita melakukan keduanya. Sehingga, rahmat dan ampunan Allah menemani dalam sehari-hari.

Rasulullah juga pernah mengajarkan sikap berani mengakui kesalahan, baik kepada manusia maupun kepada Allah. Salah satu cerita datang dari sebuah hadits yang diriwayatkan An-Nasa’i dan Abu Dawud dari Abu Said bin Jubair. Dalam hadist tersebut diceritakan bahwa  suatu ketika Rasulullah sedang membagi-bagikan sesuatu kepada para sahabatnya.

Naasnya, pada kesempatan itu ada salah seorang sahabat yang jatuh dan mengenai pelepah kurma yang dibawa Rasulullah hingga menjerit kesakitan. Melihat kejadian itu, Rasulullah langsung memanggil sahabat tersebut. Bukan menyuruhnya untuk tutup mulut, Rasulullah malah meminta sahabat tersebut untuk membalasnya. Yakni, menusuk perut Rasulullah dengan pelepah kurma juga sebagai bentuk sikap berani mengakui kekhilafan. Tentu saja, sahabat tersebut langsung menolak permintaan tersebut. Ia mengaku sudah memaafkan apa yang dilakukan Rasulullah itu.

Baca Juga :  Tiga Benteng Orang-Orang Mukmin dari Gangguan Setan

Lantas bagaimanakah doa untuk mengakui dosa dan mohon diampuni oleh-Nya? Rasulullah juga mengajarkan doa tersebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim. Doa tersebut adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا ، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِك وَارْحَمْنِي ، إنَّك أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Ya Allah, Sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak. Tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmati aku. Sesungguhnya Engkau Dzat Maha pengampun lagi Penyayang.” (HR. Bukhari Muslim)

Doa tersebut bisa kita panjatkan untuk pengakuan dosa kepada Allah. Mengakui setiap apa-apa yang bisa mendatangkan murka Allah, namun tetap dijalankan. Manusia tetaplah tempat salah dan dosa, namun tak perlu lupa untuk mengakui dan memohon ampunan kepada-Nya. Semoga doa tersebut bisa membawa kembali ke jalan yang lebih indah dan diberkahi oleh-Nya. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here