Doa Setelah Adzan yang Dibaca Imam Sufyan Al-Tsauri

0
1282

BincangSyariah.Com – Setidaknya, ada dua hal yang harus kita lakukan ketika mendengar adzan berkumandang, yaitu pertama memperhatikan dan menjawab kalimat adzan sesuai yang dikumandangkan muadzin dan kedua membaca shalawat dan berdoa setelah adzan selesai dikumandangkan. (Baca: Hukum Membaca Shalawat Setelah Adzan dengan Suara Keras)

Selain doa adzan yang sudah umum dibaca setelah adzan, terdapat doa khusus yang dibaca oleh Sufyan Al-Tsauri setelah adzan. Doanya sebagai berikut;

إِلَهِي انْقَطَعَتِ الرَّغَائِبُ دُونَكَ، وَكَلَّتِ الْأَلْسُنُ إِلَّا عَنْ ذِكْرِكَ، وَذَهَلَتْ عُقُولُ أَوْلِيَائِكَ عَنْ غَيْرِكَ شَوقًا وَاشْتِيَاقًا، فَأَعْطِ الْقَوْمَ إِلَهِي أُمْنِيَّتَهُمْ، وَأَجِبْ دَعْوَتَهُمْ، وَتَفَضَّلْ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ بِجُودِكَ يَا كَرِيمُ

Ilaahii, inqotho’atir roghaa-ibu duunaka, wa kallatil alsunu illaa ‘an dzikrika, wa dzahalat ‘uquulu awliyaa-ika ‘an ghairika syauqon wasytiyaaqon, fa a’thil qouma ilaahii umniyyatahum wa ajib da’watahum wa tafadhdhol ‘alainnaa wa ‘alaihim bi juudika yaa kariim.

Wahai Tuhanku, terputus kesenangan selain diri-Mu, lisan menjadi kelu kecuali berdzikir kepada-Mu, linglung pikiran para wali-Mu dari selain diri-Mu karena rindu, maka berikanlah kepada para kaum, wahai Tuhanku, harapan mereka, kabulkan doa mereka, dan anugerahilah kami dan mereka dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Dermawan.

Doa ini disebutkan oleh Ibnu Abi Al-Dunya dalam kitab Al-Riqqah wal Al-Buka’ berikut;

قَالَ سُفْيَانُ: وَذَكَرُوا عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِذَا فَرَغَ مِنْ أَذَانِهِ: انْقَطَعَتِ الرَّغَائِبُ دُونَكَ، وَكَلَّتِ الْأَلْسُنُ إِلَّا عَنْ ذِكْرِكَ، وَذَهَلَتْ عُقُولُ أَوْلِيَائِكَ عَنْ غَيْرِكَ شَوقًا وَاشْتِيَاقًا، فَأَعْطِ الْقَوْمَ إِلَهِي أُمْنِيَّتَهُمْ، وَأَجِبْ دَعْوَتَهُمْ، وَتَفَضَّلْ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ بِجُودِكَ يَا كَرِيمُ

Sufyah berkata; dan para ulama menyebutkan dari Sufyan bahwa dia berdoa setelah selesai dari adzannya; Ilaahii, inqotho’atir roghaa-ibu duunaka, wa kallatil alsunu illaa ‘an dzikrika, wa dzahalat ‘uquulu awliyaa-ika ‘an ghairika syauqon wasytiyaaqon, fa a’thil qouma ilaahii umniyyatahum wa ajib da’watahum wa tafadhdhol ‘alainnaa wa ‘alaihim bi juudika yaa kariim.

Baca Juga :  Selesai Membimbing Bacaan Syahadat Mualaf, Bacalah Doa Syukur Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here